Perjuangan Hidup Mati Seorang Ibu dan Anaknya dalam Satu Perjalanan
Jakarta, 8 September 2011
Press Release
“Carjacked” adalah sebuah drama thriller dan road movie yang bercerita tentang kisah Lorraine seorang janda beranak satu yang hidupnya selalu saja dirumitkan oleh mantan suaminya, walaupun mereka telah hidup berpisah. Pada suatu malam Lorraine yang diperankan oleh Maria Bello (Payback 1999, A History of Violance 2005, World Trade Centre 2006) sedang berhenti disebuah pom bensin bersama Chad yang diperankan oleh Connor Hill, anaknya yang berusia 8 tahun. Sekembalinya ia dari pit-shop, ia menemukan seorang lelaki telah duduk di kursi belakang bersama Chad. Lelaki itu adalah Roy diperankan oleh Stephen Dorff (Blade 1998, Felon 2008, Public Enemies 2009) seorang perampok Bank.
Roy memaksa Lorraine dan Chad untuk mengantarnya hingga perbatasan Meksiko. sepanjang perjalanan yang menyiksa itu, Roy seperti layaknya lelaki biasa namun bisa tiba-tiba berubah menjadi seorang yang kejam dan mengancam hidup Lorraine dan Chad kapan saja. Perjalanan yang sangat menyiksa ini memaksa Lorraine untuk kuat melawan Roy demi melindungi dirinya dan Chad, karena Roy tidak membiarkan mereka pergi. Seperti apa akhir perjalanan dari Lorraine, Chad dan Roy?
Sampaikah mereka hingga perbatasan Meksiko?. Disutradarai oleh John Bonito (, film yang mempunyai genre thriller ini, siap tayang di bioskop mulai 28 September 2011. So jangan sampai kelewatan untuk nonton Carjacked hanya di Blitzmegaplex.
For more information, press kits, publicity stills & screening details contact :
Oky Zayyd HP : 021 9299.5700 @senimataNaluri : Mencoba mengapresiasi penyanyi senior dengan lagu “Bohong”
Jakarta 25 Agustus 2011
Naluri adalah sebuah band pop alternatif yang terdiri dari 4 orang lelaki berdarah asli Sukabumi yaitu iky (vokalis), DZ (gitaris), Mansis (bass) dan Gigiw (drummer). Naluri pertama kali terbentuk pada 14 Juni 2004, dengan digawangi oleh Iky dan Gigiw. Arti dari kata Naluri sendiri adalah pengungkapan hasrat dan naluri bermusik dari tiap personil untuk mengapresiasikan bakat dan kecintaan mereka pada musik. Band yang pernah mengalamai pasang surut di pertengahan 2007 ini memulai debutnya dengan mengaransemen ulang lagu Bohong yang sempat popular di nyanyikan oleh 2D (Deddy Dukun dan Dian Paramana Putra) di era 80-an.
Pengaransemenan ulang lagu Bohong ini tentunya bukan dengan maksud mendompleng kepopuleran artis sebelumnya, namun menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada penyanyi senior dan mencoba untuk mengulang kembali kepopuleran lagu ini, tentunya dengan gaya dan ciri khas Naluri.
Risky Family atau yang kerap disapa Iky mengungkapkan bahwa kecintaannya pada musik sudah dimulai sejak ia dibangku Sekolah Dasar. Dengan berbekal bakat bermain gitar, Iky bersama Gigiw yang merupakan teman SD sudah ikut berpartisipasi di ajang festival band dan kerap beberapa kali memenangkan festival sebagai “The Best Player Guitar” sewilayah Bogor dan Sukabumi. Tidak hanya itu, Iky juga sempat menjadi the best vokalis di salah satu ajang musik bergengsi di Sukabumi. Pria yang lahir di Sukabumi 24 tahun silam, mempunyai andil besar di Naluri dari 10 track album perdana Naluri, 9 diantaranya adalah ciptaan Iky.
Tidak begitu berbeda dari Iky, DZ atau Agung Dzulfikor (Gitar) juga memulai karirnya dengan mengikuti berbagai festival musik. Dari beberapa festival itu ia juga memenangkan perlombaan dengan menyabet gelar the best player guitar yang di adakan di Legend Café. Pria yang mempunyai latar belakang sebagai guru les gitar ini memulai debutnya di Naluri pada tahun 2007, sebagai gitaris.
Mansis yang mempunyai nama asli Ilham Taufik bergabung pada Naluri di tahun 2007 sempat setelahnya ia keluar bersama DZ dan kembali bergabung lagi di awal 2010 saat Naluri mulai menandatangani kontrak pada label Panggung Musik. Nah, yang terakhir adalag Gigiw atau Tulus Agustian. Fans dari Eno Netral ini juga mempunyai segudang prestasi didunia musik, selain ikut andil sebagai Drummer terbaik dalam beberapa kali festival musik, Gigiw juga ternyata sudah mahir menggebuk drum sejak masih duduk di bangku SD.
Band Naluri akan memulai launching album pertama mereka pada Oktober 2011, dan mereka juga baru saja menyelesaikan shooting video klip untuk Bohong dan Jangan Sakiti yang kabarnya mereka menggandeng Arumi Bachsin sebagai model dalam video klip ini. Walaupun Naluri berasal daerah, bukan berarti Naluri tidak mampu bersaing dengan band-band papan atas lainnya, hal ini mereka buktikan dengan gebrakan mereka dalam mengaransemen semua lagu yang mereka ciptakan sendiri. Nah seperti apa gebrakan mereka? Nantikan Naluri di awal Oktober 2011 !! (Laras-Senimata)
Link Youtube Naluri “Bohong” : http://www.youtube.com/watch?v=UQ2MuQfpX68
PT. Crown Entertainment Pemegang Lisensi Serial Animasi The Glumpers
Press Release
PT. Crown Entertainment adalah importir dan distributor film yang berpengalaman dibidangnya sejak 2005. Kami berkomitmen menghadirkan tontonan berkualitas dan menghibur bagi masyarakat melalui berbagai media. Pada kesempatan kali ini kami bekerjasama dan dipercaya oleh Motion Pictures Spanyol untuk menjadi pemegang lisensi distribusi sebuah serial animasi asal Spanyol “The Glumpers” di Indonesia.
The Glumpers adalah karakter yang sangat lucu dan berkarismatik, publik Indonesia sangat menyukai nya, dengan rating televisi yang tinggi. Sekarang The Glumpers dapat ditonton di Global TV, sebuah televisi swasta nasional Republik Indonesia setiap Sabtu & Minggu pagi jam 9:30. Anak-anak Indonesia sekarang akan dapat tertawa lepas dan menikmati kegemasan karakter Genk Glumpers dan kami berharap serial ini mendapat tempat di hati anak Indonesia karena The Glumpers menyenangkan dan lucu !!!!
Untuk keterangan selengkapanya dapat menghubungi :
Oky Zayyd
THE BANG BANG CLUB ; It’s Not Always Black and White
Overview : spoiler hazzard!
The Bang Bang Club adalah kisah nyata dari kelompok empat fotografer muda pemberani yang masuk ke dalam pertempuran ras : Greg Marinovich, Joao Silva, Kevin Carter dan Ken Oesterbroek. Karena niat mereka yang kuat untuk bercerita yang sebenarnya kepada dunia melalui kamera, tidak peduli usaha mereka tersebut dapat mempertaruhkan nyawa mereka karena kebrutalan perang rasial dan kekerasan terkait pemilu bebas pertama pasca apartheid di Afrika Selatan era 90-an.
Mereka berjuang untuk hidup dan bekerja keras selama periode ini agar dapat menunjukan karya terbaik mereka kepada dunia. Setidaknya Greg Marinovich mendapatkan pulitzer prize dengan karya fotojurnalisnya “Zulu Spy 1992” (supporters SAANC burning alive a man) dan Kevin Carter mendapatkan pulitzer prize dengan karya fotojurnalisnya “Bearing Witness 1994” (gadis sudan kelaparan yang di dekatnya ada burung bangkai yang sedang mununggu gadis tersebut mati untuk dimakan).

Film ini diangkat dari buku berjudul Marinovich and Silva. Buku yang bertutur tentang sensasi ketegangan paska perang ras di Afrika Selatan dan moral untuk mengungkap kebenaran ini ditulis oleh Greg Marinovich dan Joao Silva setahun setelah tewasnya Oesterbroek dan bunuh dirinya Kevin Carter pada Juli 1994.

The Bang Bang Club dibintangi aktor-aktris Hollywood antara lain : Ryan Phillipe (I Know What You Did Last Summer 2007, Flags of Our Father 2006, The Lincoln Lawyer 2011), Malin Akerman (The Hartbreak Kid 2007), Frank Rautenbach, Taylor Kitsch (Wolverine 2009, Snakes on a Plane 2006), Neels Van Jaarsveld.
Di motori oleh sutradara asal Afrika Selatan peraih penghargaan feature-length documentary, CBC International Emmy Award tahun 1997 Stevan Silver.
Flm ini akan segera tayang di layar Indonesia mulai September 2011.
For more information, press kits, publicity stills & screening details contact :
Oky Zayyd
PT Kezia Pratama Film
Jl. Petojo VIJ 1 No 32
Jakarta Pusat
Phone : 021 380.9009
Facs : 021 380.5527
Email : oky@pratamafilm.com
Website : http://www.pratamafilm.com
HP : 021 9299.5700
Merpati Band Berdialog Lewat Lagu
Kompetisi di dunia hiburan yang makin ketat menuntut penggiatnya untuk terus kreatif. Kreatif atau mati, mungkin begitu kata yang paling tepat untuk menggambarkan industri showbizz saat ini. Diferensiasi pun menjadi hal wajib untuk dilakukan demi menggempur serangan dari artis yang lahir tiap hari.
Merpati Band pernah mengecap sukses besar berkat single Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah. 1 juta download RBT pernah berada di genggaman dan membuat pundi-pundi para personil band asal Ciamis itu semakin gendut. Namun sukses tak membuat Andi (vokal), Rani (vokal), Ayuz (gitar), Liez (bas) dan Boegil (drum) berleha-leha. Mereka terus mencari cara dan upaya demi tetap bertahan.
Maka solusinya adalah menyuguhkan konsep menarik yang bisa menjangkau emosi dari penikmat musik mereka. Ada unsur pengalaman yang ingin dimasukkan dalam setiap lagu yang dihasilkan oleh Merpati Band. Dan mereka juga tak mengemasnya begitu saja. Dengan komposisi dua vokalis berlawanan jenis menjadi senjata ampuh bagi mereka menawarkan diferensiasi.
Dipilihnya konsep “pop dialog” bisa jadi akan menjadi ciri khas seterusnya dari mereka. Coba dengar dan nikmati lagu Tak Rela. Lirik yang sederhana, musik yang tak ruwet dan vokal yang saling bersahutan antara kedua vokalis memperlihatkan ciri khas sekaligus kekuatan band yang bernaung dibawah label Nagaswara itu.
“Kami memang mencoba meramu sebuah konsep yang menarik dan mudah-mudahan tidak membosankan bagi penikmati lagu-lagu kami, “ jelas Andi yang menciptakan sebagian besar lagu-lagu yang dihasilkan Merpati Band. Sementara Boegil menambahkan bahwa meski tak baru, namun konsep ini coba dipermanis oleh mereka sehingga kembali jadi fresh. “Disini kami mencoba memasukkan unsur emotional attachment dan experience dalam lagu-lagu kami. Dengan demikian, adanya kesamaan rasa antara lagu kami dan penikmat musik kami akan mendekatkan mereka dan akhirnya membuat mereka merasakan bahwa kami tahu apa yang sedang mereka rasakan, “ jelas Boegil yang berlatar belakang pendidikan kehumasan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta.
Tak Rela menjadi lokomotif bagi pencitraan baru mereka. Dengan penampilan yang fresh ditunjang kemampuan bermusik yang makin matang, bukan tak mungkin kembali akan meroketkan Merpati Band ke jajaran teratas band populer tanah air. Semoga!
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi,
Nagaswara Artis Management (NAM)
Ritha (081311223106)
Manajer Merpati
Nagaswara Building 2 Jl. Balikpapan I No. 9B Petojo Jakarta Pusat 10150
Telp/Fax. 021-638 645 07
www.HYPERLINK “http://www.nagaswara.co.id/”nagaswaraHYPERLINK “http://www.nagaswara.co.id/”.co.id
The Happy Cricket and The Giant Bugs (‘Insetos Gigantes’)
Film ini menceritakan tentang kisah seekor jangkrik yang selalu hidup bahagia, riang bersama teman-temannya di hutan. Ia ingin meluncurkan CD dengan musik yang diciptakannya sendiri sambil membuka sekolah musik untuk anak-anak miskin. Sementara itu T Big, seorang pemimpin katak dari kelompok musik rap, juga ingin meluncurkan CD dan memperbaiki hidupnya. Namun diluar itu munculah Petal, seorang penyanyi yang cantik dan mempunyai suara yang indah. Disitulah di mulai persaingan dan perselisihan musik antara Happy Cricket dan Big T demi satu tujuan untuk menjual dan mempublikasikan rekaman dari lagu-lagu mereka.
Anda akan dihibur oleh fantasi! Nikmati keindahan dan petualangan lengkap dengan musik dan lagu ceria dan penuh dengan karakter yang sangat menggemaskan. The Happy Cricket and The Giant Bugs’ adalah kisah yang luar biasa yang akan hidup selamanya dalam ingatan anak-anak kita. Selain ringan dan menghibur, film ini juga sarat dengan nilai-nilai persahabatan, kebebasan dan sebagai contoh kuat untuk pembelajaran tentang alam dan lingkungan hidup untuk anak-anak kita.
Saksikan ‘The Happy Cricket and The Giant Bugs’ mulai 8 Juni 2011 hanya di Blitzmegaplex!!
Credit
Director : Rafael Ribas & Walbercy Ribas
Genre : Children’s Animation
Producer : Juliana Ribas
Screenplay : Walbercy Ribas
Music : Ruriá Duprat
Country: Brazil
Language:Portuguese
Filming Locations:
Sao Paulo, Brazil
Cast
Luiz Amorim sbg Professor Vareta
Rodrigo Andreatto sbg Rafael
Jair Assumpcao sbg Trambika (voice)
Marcello Braccesi sbg Caradura (voice)
Carlos Capeletti sbg Sakana (voice)
Giovanni Delgado sbg Sebastião
Renato Dobal sbg Kakatus
Julia Duarte sbg Pétala (voice)
Vagner Fagundes sbg Grilo Feliz (voice)
Bel García sbg Pétala – SINGER (voice)
Milto Levy Jorge sbg Camelô (voice)
Marcelo Leal sbg Grilo Feliz – SINGER (voice)
Jonas Melo sbg Montanha (voice)
Krissos Michellepis sbg Camelô
Fatima Noya sbg Bituquinho (voice)
Leonardo Patriani sbg Locutor (voice)
Leticia Quinto sbg Juliana (voice)
Sarah Regina sbg Sapa (voice)
Rafael Ribas sbg Netao (voice)
Marcos Tumura sbg Verdugo (voice)
Original Music : Ruriá Duprat
Cinematographers : Walbercy Ribas (uncredited)
Editors : Rafael Ribas (edited by)
Animation Department
Rafael Ribas sbg animator
Sergio Spina sbg animator
Production Companies : Start Desenhos Animados
Distributors :
Fox Filmes (Brazil) (theatrical)
Kezia Pratama Film (Indonesia)
PT. Kezia Pratama Film
Jl. Petojo VIY 1 No 32
Jakarta Pusat – 10150
Telp : 021 380 9009
Fax : 021 380 5527
Email : oky@pratamafilm.com
http://www.pratamafilm.com
Now Showing : A semi-biopic of Bruce Lee “The Legend Of Bruce Lee
Sebagai anak muda, Bruce Lee tidak memiliki hasrat untuk belajar, bahkan saat itu Bruce terobsesi untuk memmpelajari seni bela diri Kung Fu. Suatu saat Bruce mengalami kekalahan ketika berkelahi dengan seorang preman jalanan, hal tersebut membuat Bruce memutuskan untuk mempelajari Kung Fu dibawah pengawasan seorang guru Yewen.
Bruce selalu membela kaum yang lemah maka Ia selalu menjadi target kekerasan para preman jalanan. Karena kondisi tersebut dan tanpa ada pilihan lain maka Bruce memutuskan untuk pergi ke Amerika. Setelah menjalani perjalanan panjang akhirnya Bruce sampai di Washingtong dan menemukan sebuah perguruan Kung Fu dan bertemu dengan seorang wanita bernama Linda. Mereka bersahabat, Linda sangat mendukung Bruce dalam perjalanan mendirikan perguruan Kung Fu.
Sementara itu, kesusksesan perguruan Kung Fu yang dibangun Bruce dan Linda mengundang perhatian perguruan lain untuk bertarung. Namun pertarungan selalu dimenangkan oleh Bruce dengan Kung Fu-nya. Keadaan tersebut membuat perguruan Bruce dan Linda semakin berkembang dan terkenal
Penampilan yang luar biasa Bruce ketika mengikuti kejuaraan nasional Karate terekam kamera oleh seorang produser dari Hollywood bernama George. Saat itulah kali pertama karir Bruce di dunia perfilman dimulai. Dengan Bantuan George, Bruce masuk ke Hollywood sebagai actor. Perjalanan karir Bruce sebagai actor cukup membanggakan karena film-film yang dibintanginya selalu masuk dalam daftar box office Hollywood.
full cast and crew link :
http://www.imdb.com/title/tt1059455/fullcredits#cast
fb groups :












