Posts filed under ‘INTEGRATED MOBILE JURNALISME’
PRESS RELEASE : Ju on 4 versi layar lebar Segera Tayang

JU -ON 4 : Shiroi Roujo & Kuroi Shôjo (Old Lady in White & Black Ghost) Start’s December 16th (Blitzmegaplex)
Ju-on telah kembali, more terrifying horror and dreadful Cerita legenda Ju-on pertama kali dibuat sepuluh tahun yang lalu dengan 2 (dua) versi video. Ju-on dan Ju-on 2 (2000) berhasil mencapai penjualan tertinggi di Jepang bahkan seluruh dunia. Cerita Ju-on sempat di remake kedalam versi USA dan berhasil meraih BMI Film Music Award (2005). Cerita horror lokal Jepang ini akan hadir dalam versi layar lebar dan akan segera tayang di bioskop kesayangan Anda..
”Cerita tentang Ju-on selalu mengerikan dan akan membekaskan terror kepada siapa saja yang menontonnya”.
“I will never recover from the trauma of seeing it!”
Trauma dan kengerian mendalam ketika menonton Ju-on adalah target utama para kreator. Ide cerita asli Takashi Shimizu dan Taka Ichise ini digarap tangan dingin Ryuta Miyake dan Mari Asato, hasilnya luar biasa, kengerian cerita horror orisinil dari jepang ini dapat melahirkan gaya baru genre horror.
The JU-ON 4 : Shiroi Roujo & Kuroi shôjo (Old Lady in White & Black Ghost) bring back that legendary terror, and will make you tremble once again with their horror!
COMING SOON IN CINEMAS JU -ON 4 : Shiroi Roujo & Kuroi Shôjo (Old Lady in White & Black Ghost) DECEMBER 16th, 2009
Sales, Promotion & Distribution contact :
Oky Zayyd Platinum Pictures Indonesia Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8 Jakarta Pusat Tel : 021 625 4374 Fax : 021 626 0781 Hp : 021 9299 5700 Email : film.publisher@gmail.com Website : www.senimata.wordpress.comAdd comment December 10, 2009
“Raging Phoenix” Coming Soon 2010
Add comment November 24, 2009
UNDER THE MOUNTAIN (in cinemas Dec 30)
Walt Disney Studios Motion Pictures presents
Synopsis
Teenage twins Rachel (Sophie McBride) and Theo (Tom Cameron) travel to Auckland to stay with relatives following the sudden death of their mother. Where there was once a psychic bond between them, now there is a rift as Theo, particularly, refuses to confront his grief. Rachel reaches out to him, but is rebuffed. Staying with their Aunt Kay (Michaela Rooney) and Uncle Cliff (Matt Chamberlain) on Lake Pupuke, the twins are fascinated by the volcanic lake and the creepy old Wilberforce house around the shore. They visit Mt Eden, where Theo sees Mr Jones (Sam Neill), a strange old man from whose hands fire seems to glow. When it seems the twins are being watched – and that the Wilberforces can smell them – Theo resolves to investigate the Wilberforce house. Inside, he and Rachel find what can only be an alien environment. They overhear Mr Wilberforce talking about something stirring beneath the ground. He says he will kill the twins if they find “the fire-raiser”. Rachel is alarmed and reaches out to Theo but, terrified of getting close to anyone since his mother’s death, he pushes her away and sets out alone to find the fire-raiser – the man he saw on the summit of Mt Eden.

As Theo makes contact with Mr Jones they are observed by a Wilberforce on Mt Eden. Mr Wilberforce knows that the twins have made contact with Jones and attacks Rachel, alone in the house, by transforming and disguising himself as a policeman. When Jones discovers that Theo is a twin – and that his sister is alone – he hurries them back to the house, where they find Rachel injured. Using a healing fire, Jones heals Rachel and transports them to his own house. Here, he tells them the truth about the Wilberforces: they are in league with giant creatures imprisoned beneath Auckland’s volcanoes – creatures that will soon wake and destroy all life on Earth. The only weapons that can destroy them are stones created by Mr Jones’s people. They must be thrown into Rangitoto, but only by twins, joined by the psychic bond that Rachel and Theo once shared. As Theo holds his stone and is energised by its power, Rachel finds herself unable to hold her own.

When a neighbour alerts the police to the mysterious man in the company of two teens, the twins and Jones are taken to the police station. The twins are taken home, while Mr Jones is held for questioning. Theo plans to go after the Wilberforces later in the night but Rachel is woken first by what seems to be Mr Jones calling her. She is drawn to the Wilberforce house, where it is revealed that it is Wilberforce who is leading her. Just as Wilberforce is about to take Rachel, Theo appears and beats him back with the power of his glowing stone. Wilberforce chases them down into the network of tunnels below the lake, where they encounter a gargantua – one of the Wilberforces’ gigantic creatures. With the Wilberforces closing in, Theo beats them back with a burst of fire from his stone. The twins make a narrow escape and are rescued by Mr Jones and their cousin Ricky (Leon Wadham).

Hiding out in the tunnels of North Head, Mr Jones reveals that Rachel is unable to hold her stone because Theo has lost faith in their bond – it is Theo who is the weak one. But Rachel fails in a lastditch attempt to reconnect with Theo, who believes he can destroy the Wilberforces alone. Meanwhile, Ricky steals Cliff’s boat to transport the twins to Rangitoto, and must escape from the Wilberforces in order to get back to North Head with the boat. Arriving there, Ricky finds Theo waiting for him, and is convinced to take him to the mountain alone.

Rachel and Mr Jones pursue Theo, Mr Jones sacrificing himself to transport her to the top of the mountain. But Mr Wilberforce is waiting for her and Theo arrives to find Rachel near death. Realising that his worst fears have come to pass because of his own actions, Theo reaches out for Rachel, reestablishing their bond. Rachel is revived and the twins throw their stones, defeating the Wilberforces. Auckland’s volcanoes light up with supernatural fire as the twins race back to the boat. They are reunited with Ricky and set off for home and as the skies above Rangitoto Island burn blood red.
Sales, Distribution & Promotion Contact : Oky Zayyd Platinum Pictures Indonesia Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8 Jakarta Pusat Tel : 021 625 4374 Hp : 021 9299 5700, 0856 9860 195 Email : film.publisher@gmail.com Website : www.senimata.wordpress.comAdd comment November 11, 2009
CRUSH (on theatre Nov 14th 2009)

FILMSCOOPE ENTERTAINMENT & OOINS EYE ENTERTAINMENT presents
Screenplay by John Soto Directed by John Soto (Prey) & Jeff Gerritsen Starring Christopher Egan (Resident Evil : Extinction), Brooke Harman, Emma Lung (House of Wax), Kane Manera (Suburban Girl), Christian Clark (Prey), Jenna Lind Producers Deidre Kitcher Genre: Horror, Mystery, Thriller Rilis di Indonesia: 17 November 2009 Bahasa: Inggris Durasi : 90 minSynopsis
Julian, peserta pertukaran pelajar dari Amerika dan atlit Tae Kwon Do berusia 20 tahun digoda oleh wanita cantik misterius bernama Anna saat sedang menjaga mansion di Perth Australia. Julian tergoda oleh Anna dan putus dengan Clare pacarnya. Namun akhirnya Julian mengetahui bahwa Anna sudah mati dan bermaksud meninggalkannya. Namun Anna tidak mau melepaskannya dan terus menginginkan Julian menjadi miliknya. Berhasilkah Julian lolos dari Anna? Saksikan Crush hanya di Blitzmegaplex mulai 17 November 2009.
Sales, Distribution & Promotion Contact :
Oky Zayyd Platinum Pictures Indonesia Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8 Jakarta Pusat Tel : 021 625 4374 Hp : 021 9299 5700, 0856 9860 195 Email : film.publisher@gmail.com Blog : www.senimata.wordpress.comAdd comment October 30, 2009
SERBIAN SCARS, Film Independen Tayang di Blitzmegaplex

Sebuah film action dramatis yang menceritakan tentang seorang mantan pejuang yang berkelana ke Amerika guna mencari adik laki lakinya yang telah lama hilang dalam sebuah pertempuran di Serbia. Dan yang paling penting adalah diduga adik laki lakinya tersebut menyimpan sebuah kunci untuk mengoprasikan sebuah senjata mematikan buatan ayahnya yang kini tengah berada ditangan terrorist.!

Ini adalah sebuah film independen yang berhasil meraih simpati dan tanggapan postif dari media di Belgrade, Serbia. Setelah premiere di Belgrade, Serbia September lalu, kini Serbian Scars akan tayang di Indonesia pada 4 November 2009.Saksikan ketegangan dan drama peperangan film SERBIAN SCARS hanya di Blitzmegaplex mulai 4 November 2009
SERBIAN SCARS
a film by Brent Huff
Writer : Vladimir Rajcic
Cast : Mark dacascos, Michael Madsen, Vladimir Rajcic
Genre : Action, Thriller, War, Drama
Media Communication & Film Distribution by
Senimata Kreasi Komunika
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No A8
Jakarta Pusat
Telepon : 021 9299 5700 (Pudji)
Email : film.publisher@gmail.com
Blog : www.senimata.wordpress.com
Add comment October 14, 2009
Mesjid YAMP ke 999 Diresmikan

Mesjid Yayasan Muslim Amalbhakti Pancasila (YAMP) ke 999 diresmikan, Rabu (9/9) oleh Menterti Agama Maftuh Basyuni.. Inilah mesjid yang ke 999 yang didirikan atas bantuan Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila. Yayasan yang digagas oleh mendiang mantan Presdien Soeharto, Presiden RI ke 2 ini telah mendirikan mesjid sejumlah 999 mesjid sejak yayasan ini dibentuk pada 17 Februari 1982. Masjid yang ke 999 ini berlokasi di perumahan karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jatimakur Bekasi dengan type 19 dan ukuran 19×19 m.
Dalam sambutannya, Sulastomo, ketua YAMP mengatakan pendirian mesjid YAMP yang ke 999 ini merupakan pesan dari mendiang Soeharto. “Waktu itu pembangunan mesjid YAMP sudah mencapai angka 854 unit,” kata Sulastomo. Pada tahun 2006, sambung Sulastomo, ketika bertemu dengan presiden Soeharto, ia diamanati agar 999 mesjid itu diselesai pada tahun 2009. Amanat tersebut memiliki pemikiran dan falsafah yang mendasari berdirinya YAMP. “Bagi kami merupakan pelajaran yang sangat berharga betapa Pak Harto selalu melangkah dengan falsafah kehidupan yang bermakna,” ujarnya.
Dalam acara persemian tersebut selain dihadiri dua putri mantan presiden Soeharto yakni Hj Siti Hardianti Rukmana, Siti Hartati Rukmana dan Siti Hediati tampak hadir juga pengusaha Jaya Suprana serta sejumlah pejabat masa orba seperti Subyakto Tjakrawerdaya, Probosutedjo dan lain-lain.
Media & Public Communication Senimata Kreasi Komunika Jalan Durma IV No. 1 Buah Batu Turangga Bandung Telp : 021 7302920 HP : 021 9299-5700, 021 3363-4154 Email : film.publisher@gmail.com Blog : www.senimata.wordpress.comAdd comment September 11, 2009
CASH : Kisah Perampok Perlente dengan Bumbu Komedi (Blitz 22 Aug)
Pernahkah Anda menonton film action seputar perampokan yang dibumbui komedi? Mungkin film Cash menjadi salah satu pilihan tontonan Anda di bulan ini. Judulnya saja sudah Cash. Pastinya korelasi aksi perampokan begitu erat dengan masalah uang. Menariknya, makna cash di film ini tidak hanya mengacu pada uang, tetapi juga sebuah julukan bagi seorang perampok perlente bertampang rupawan bernama Cash (Jean Dujardin).
Ya, Cash adalah penjahat licik dan selicin belut. Cash dikenal sebagai seorang perampok yang pandai mengelabui para penegak hukum. Dalam setiap aksinya, Cash selalu berhati-hati dan lihai melarikan diri dari polisi. Penampilannya yang perlente dan gaya menjadi topeng untuk menutupi jati dirinya. Namun suatu ketika Cash menyesal karena saudara sekaligus partner kerjanya bernama Solal, terbunuh oleh anggota gank perampok lain. Dalam keadaan bimbang, Cash pun harus mencari pengganti Solal. Akhirnya Cash menemukan penjahat ulung veteran yang dikenal jago tembak bernama Maxime Dubreuil (Jean Reno). Maxime selalu didampingi perempuan cantik bernama Garance (Alice Taglioni). Demi meyakinkan profesionalisme kerja di mata Cash, Maxime pun melibatkan perempuan cantik bernama Julia (Valeria Golino). Dengan kehadiran Garance dan Julia, Cash kian bersemangat untuk melakukan rencana perampokan selanjutnya. Tidak hanya karena tambahan kekuatan tim, tetapi juga Cash merasa betah karena tertarik kecantikan dua wanita cantik tersebut.

Namun, kecerdikan Cash dalam memimpin aksi perampokan akhirnya terendus oleh kepolisian. Cash pun menjadi bimbang tak kepalang. Dia berusaha menghindar dari kejaran polisi. Cash curiga bahwa aksinya dimata-matai seseorang. Cash menduga anggota timnya salah satunya anggota polisi. Siapakah sebenarnya musuh dalam selimut bagi Cash? Apakah Maxime, Garance atau Julia? Apakah Cash juga mencintai salah satu dua wanita yang jadi partner kerjanya?

Sutradara sekaligus penulis skenario, Eric Besnard menjadikan film Cash dalam adegan-adegan yang ringan tapi tidak kacangan. Sebagai film maker Prancis, Besnard mengemas Cash dengan sejumlah pertimbangan sense of art ala film-film Prancis. Terutama dari dialog antar pemain, pengarahan dramaturgi pada karakter tokoh, pengambilan gambar, dan juga plot yang cukup mengejutkan.
“Saya menulis cerita film ini boleh dibilang spontan. Tapi saya mempertimbangkan juga keinginan penonton agar merasa terhibur dan sesekali tertawa. Produser film ini ternyata menanggapi cerita saya dengan menyenangkan,” ujar Besnard. Sebagai penujang adegan, Besnard pun meminta penata musik film ini Jean Michel Bernard agar memasukan ilustrasi music seperti hasil garapan music kondang Lalo Schrifin dan Quincy Jones yang dua-duanya memang dikenal selalu sukses memadukan kreasi alunan musik dengan cerita film-film produksi Hollywood.

Cash menghabiskan masa syuting selama 11 minggu, dengan mengambil lokasi syuting kebanyakan di kota Paris, dan 2 minggu di kota Nice dan Monaco. Tiga kota ini terkenal indah dan inspiratif bagi para sineas Prancis. “Selama syuting, kami juga menggunakan hotel mewah saat musim liburan. Untung saja, beberapa kamar masih tersedia. Kami juga beruntung ternyata cuaca saat syuting kebetulan sedang bersahabat. Jadi, kami bisa mengambil gambar-gambar untuk film dengan nyaman dan menyenangkan,” imbuh Besnard. Saksikan Cash mulai 22 Agustus hanya di Blitzmegaplex. (yogira)
Directed by ERIC BESNARD Starring CASH – JEAN DUJARDIN MAXIME DUBREUIL- JEAN RENO JULIA – VALERIA GOLINO GARANCE – ALICE TAGLIONI Produce by : PATRICE LEDOUX Genre: Comedy, Crime, Thriller Rilis di Indonesia : 22 Agustus 2009 Bahasa : French Teks: Indonesia / Inggris Durasi : 100 min Promotion and Publication Senimata Kreasi Komunika CP : Yogira Jl. Durma IV no 1 Turangga Bandung Telp : 022 730 2920 Hp : 0817 650 9940 Sales, Distribution and Broadcast Platinum Pictures Indonesia CP : Oky Zayyd Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8 Jakarta Pusat Telp : 021 625 4374 Fax : 021 626 0781 Hp : 021 9299 5700 Untuk bergabung di grup Senimata silahkan klik : http://www.facebook.com/group.php gid=70307527779&ref=search&_a=1 atau http://www.facebook.com/l/;www.senimata.wordpress.comAdd comment August 18, 2009
INSIDE RING (Le Premier Cercle)
Aksi Gangster di Negeri Prancis
Jika Anda penggemar film gangster atau mafia, pastinya mengenal film “The Godfather,” “Godfellas,” Mobster, “Gangs of NewYork,” dan “American Gangster”. Namun, apakah Anda pernah menyaksikan film gangster ala Prancis? Jawabannya ada pada film “Inside Ring”
“Inside Ring” dibintangi aktor watak Jean Reno, yang dikenal dalam film ”Leon-The Profesionnal,” “Da Vinci Code,” “Ronin,” dan “Crimson Rivers.” Dalam film “Inside Ring,” Reno harus memanggul peran sebagai penjahat kelas kakap, bernama Milo Malakian. Milo keturunan klan Malikian. Klan ini berkembang di Prancis sebagai generasi dari imigran negeri Armenia yang mengungsi ke negeri Prancis sekitar tahun 1915.
Kepahitan hidup yang berkepanjangan secara turun-menurun dari nenek moyangnya, membuat Milo terpicu menjadi penjahat sukses. Dia pun menjadi pemimpin gangster paling ditakuti pada zamannya. Milo memunyai putra kesayangan bernama Anton yang diperankan oleh aktor ganteng Gaspard Ulliel (Hannibal Rising, A Very Long Engagement Best Promising Actor at the Cesars 2005). Anton adalah seorang ‘badboy’ yang hobi kebut-kebutan dengan mobil mewah, namun hatinya takluk oleh cinta perawat cantik, bernama Elodie, yang bukan berasal dari klan Malakian.

Bak kisah asmara Romeo & Juliet, jalinan cinta Anton dengan Elodie tak direstui Milo. Konflik internal pun terjadi: Perseteruan Sang anak versus Sang ayah. Siapakah yang mengalah? Anton kah yang tak pernah lelah memuja Elodie? Ataukah Milo yang bersusah payah mempertahankan dinasti keempat klan Malakian, agar tak tertular orang dari klan lain, yang justru adalah kekasih anaknya?
Konflik kian kompleks. Ternyata, sepak terjang kejahatan Milo dan Anton sudah lama diendus-endus detektif Saunier, yang memang bersikeras ingin meringkus klan Malakian. Saunier benar-benar ingin meluluhlantakan anggota gangster Malakian yang membunuh partner kerjanya. Apakah dendam Saunier bisa terbalaskan? Lantas, bagaimanakah hubungan Milo dengan Anton selanjutnya yang dua-duanya terus menjadi buruan polisi?

Jika menukil dari judul filmnya, konflik dalam cerita ini boleh dibilang saling berkait di antara ego dan kepentingan masing-masing tokohnya. Ketegangan seolah terus melingkar-lingkar, baik itu ketegangan psikologis, maupun ketegangan lewat aksi-aksi thriller khas film gangster. Bedanya, kekhasan film gangster pada “Inside Ring” punya muatan lokal tersendiri yang tak bisa ditemukan dalam film gangster sejenis, khususnya dari sisi setting, art direction, serta latar belakang sosial dan budaya Prancis.
Tampaknya, sang sutradara sekaligus penulis skenario, Laurent Tuel membesut “Inside Ring” agar tampil sebagai film gangster yang berbeda dengan film-film gangster yang sudah dikenal sebelumnya. Memang “Inside Ring” pastinya tak selegendaris film “The Godfather.” Akan tetapi, Film ini memunculkan adegan-adegan aksi yang diwarnai tragedi romantik kisah cinta ala Prancis. Inilah sebuah film yang niscaya memberikan nuansa baru tentang sisi kelam dunia gangster pada zaman modern.
Jika anda penggemar berat film gangster, “Inside Ring” adalah film yang pantas Anda tonton. Lewat film ini, Anda tak hanya bisa mengenal Prancis sebagai negeri romantis, tetapi juga bisa mengenal sepenggal kisah tragis kehidupan sebuah gangster. Jadi, segera saksikan filmnya, hanya di Blitz Megaplex mulai 29 Juli. (yogira)
Screenplay by : LAURENT TUEL, SIMON MOUTAIROU and LAURENT TURNER
Directed by : LAURENT TUEL
Starring
MILO – JEAN RENO
(Cash, The Da Vinci Code, Ronin, Crimson
Rivers 1 and 2)
ANTON – GASPARD ULLIEL
(Hannibal Rising, A Very Long Engagement
Best Promising Actor at the Cesars 2005)
ELODIE – VAHINA GIOCANTE
(99 Francs, Lila says)
Promotion and Publication Senimata Kreasi Komunika CP : Yogira Jl. Durma IV no 1 Turangga Bandung Telp : 022 730 2920 Hp : 0817 650 9940 Sales, Distribution & Broadcasting Platinum Pictures Indonesia CP : Oky Zayyd Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8 Jakarta Pusat Telp : 021 625 4374 Fax : 021 626 0781 Hp : 021 9299 57001 comment July 23, 2009
Testimonial Aktor dan Sineas
THE OTHER MAN
Release 8 Juli (Blitzmegaplex)
Film drama ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang asal Jerman, Bernhard Schlink. Schilink memang dikenal sebagai pengarang yang handal dalam meramu tema sederhana menjadi cerita yang menarik dan menegangkan. Apalagi setelah cerita pendek ini dikemas dalam cerita layar lebar, maka cerita “The Other Man” semakin kuat, menyentuh, sekaligus menegangkan. Sang sutradara, Richard Eyre berhasil menyatukan kekuatan cerita dengan akting para bintang film berkaliber dunia. Mereka adalah Liam Neeson (‘Schindler’s List,’ ‘Les Miserables’ ‘Kinsey’, ‘Kingdom of Heaven’), Antonio Banderas (Interview With Vampire, Phildelphia, Desperado, Legend of Zorro,) dan Laura Linney (‘Love Actually,’ ‘Mystic River,’ The Savages’) Ketiga pemeran utama ini tampil total memainkan tokoh yang terlibat dalam kisah cinta segitiga yang dibungkus dalam konflik perselingkuhan.
Berikut petikan testimonial para pemain dan sineas film The Other Man :

Liam Neeson [Peter]
“Saya menerima tawaran bermain film ini bukan semata-mata karena honornya. Bagi saya, honor nomor sekian. Yang penting, apakah cerita filmnya menarik atau tidak? Nah, The Other Man membuat saya tertarik dengan karakter Peter. Saya tertantang memerankan tokoh Peter karena akting saya harus benar-benar ‘keluar’ dari karakter peran dari film-film saya sebelumnya. Sepertinya Eyre [sutradara] memilih saya karena mempertimbangkan faktor wajah saya yang pas sebagai seorang lelaki bodoh, tapi ingin serba tahu. Teman-teman bilang, saya memang berwajah yang pantas dikasihani. Terutama dalam film ini, saya bangga bisa meng-eksplore akting saya untuk cerita yang kuat seperti film ini.”

Antonio Banderas [Ralph]
“Beradu akting dengan Neeson, sungguh suatu tantangan. Apalagi dia berperan sebagai musuhku. The Other Man bukanlah film action. Tapi faktor permusuhan bisa dikemas dengan menarik sehingga konflik begitu ‘menggigit,’ yang jarang terjadi dalam film-film drama sebelumnya. Menjadi lelaki penggoda dan seksi, mungkin alasan utama Eyre memilih saya memerankan Ralph. Saya senang bisa diarahkan oleh Eyre. Dia seperti ingin memberikan kebebasan kepada saya untuk berimprovisasi. Mungkin dia sudah tahu apa yang terbaik bagi saya dan film ini.

Laura Linney [Lisa]
“Sebuah kebanggan bermain dengan dua aktor kawakan seperti Neeson dan Banderas. Mereka sama-sama lelaki sejati. Kami menjalani syuting begitu asyik. Saya banyak belajar dari Neeson tentang akting ,dan saya lebih banyak bertanya kepada Banderas soal ketenangan. Kebetulan kan saya harus beradegan ciuman dengan dia. Sungguh! Banderas membimbing saya untuk lebih tenang menghadapi adegan itu.”

Romola Garai [Abigail]
”The Other Man memang film drama yang pemerannya kebanyakan dewasa. Tapi dari film inilah saya semakin menyadari arti relationship antara anak dan orangtuanya. Bagi saya, The Other Man adalah film yang berhasil mengangkat persoalan keluarga dengan cara yang menarik.”

Richard Eyre [Writer/Director]
“Semua orang yang terlibat dalam film ini memberikan kontribusi sangat berarti. Para pemain dan kru bekerja sama dengan baik. Boleh dibilang, saya punya tim yang kuat sehingga film ini bisa diselesaikan dengan lancar. Saya juga kagum pada Zambarloukus berikut tim penata kameranya. Di bawah bidikan kamera Zambarloukus, cerita film ini lebih terasa hidup dan memunculkan artikulasi gambar yang tepat dan menyentuh.”
Haris Zambarloukos [Director of Photography]
“Saya kira, sangat bagus ketika saya diajak berembuk untuk membahas scene demi scene sejak proses pra produksi. Ide-ide pun bisa muncul agar film ini enak ditonton saat diputar. Saya senang bekerja sama dengan Eyre. Dia memberikan saya banyak referensi tentang pengambilan gambar, terutama gambar-gambar untuk candid camera. Saya bisa merasakan sendiri hasilnya. Benar-benar fantastis!”
Gemma Jackson [Production Designer]
“Saya termasuk salah seorang yang mengagumi cerita-cerita Bernard Schilink. Meskipun film ini jauh dari cerita pendek aslinya, esensinya tetap bisa terpapar dalam film ini. Sebagai sutradara, Eyre berhasil mengangkat karya fiksi Schilink dalam gambar-gambar film dan penokohan yang mengagumkan.
Phoebe de Gaye [Costume Designer]
“Film ini mengisahkan tentang dua lelaki protagonis yang sama-sama harus memperlihatkan kesejatiannya di mata seorang perempuan. Penampilan Peter dan Ralph sangat kontras. Makanya, saya berusaha memberikan kostum yang sesuai dengan karakter mereka. Dan ini sangat membantu pada jalan cerita film yang menurut saya mendebarkan.”
Frank Doelqer [Producer]
“Kami ingin menjaga cerita dalam film ini serealistis mungkin. Alasannya sederhana, agar penonton di seluruh dunia melihat karakter-karakter tokoh dalam film ini benar-benar seperti ada dalam kenyatannya. Bagaimana sosok seperti Lisa bisa terlibat di antara dua lelaki berbeda? Mungkin Anda juga pernah mengalami seperti dia.
Tracey Scoffield [Producer]
Penataan kamera untuk film ini sungguh luar biasa. The Other Man memang film drama. Tapi cerita yang mengalir sesuai dengan skenario semakin kuat dengan bahasa gambar yang menawan. Film jadi ini terasa punya thriller yang khas, fantastis, dan bisa membangun atmosfir yang indah.
Tariq Anwar [Editor]
Bekerja sama dengan Eyre dan Zambarloukos adalah suatu pengalaman berharga. Mereka memudahkan saya dalam menyunting film The Other Man. Menurut saya, Eyre dan Zambarloukos sangat membantu proses pekerjaan saya. Hasilnya, film ini menjadi film dengan rentetan adegan yang asyik untuk dinikmati. (yogira)
Promotion and Publication
Senimata Kreasi Komunika
CP : Yogira
Jl. Durma IV no 1 Turangga Bandung
Telp : 022 730 2920
Hp : 0817 650 9940
Sales and Distribution
Platinum Pictures Indonesia
CP : Oky Zayyd
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8
Jakarta Pusat
Telp : 021 625 4374
Fax : 021 626 0781
Hp : 021 9299 5700
To Join group senimata please click
http://www.facebook.com/group.php?gid=70307527779&ref=ts
Add comment July 6, 2009
THE OTHER MAN

Cara Bijak Melacak Jejak Selingkuh
Apa yang akan Anda lakukan jika orang yang selama ini dicintai dicurigai berselingkuh? Apakah Anda akan marah-marah? Pasrah? Atau ingin lebih dulu membuktikannya? Jika Anda bijak, tentu Anda lebih memilih cara nomor tiga. Lantas, bagaimana jika memang pasangan Anda sudah terbukti selingkuh?
Film “The Other Man” bisa menjadi salah satu kunci jawabannya. Film drama ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang asal Jerman, Bernhard Schlink. Schilink memang dikenal sebagai pengarang yang handal dalam meramu tema sederhana menjadi cerita yang menarik dan menegangkan. Apalagi setelah cerita pendek ini dikemas dalam cerita layar lebar, maka cerita “The Other Man” semakin kuat, menyentuh, sekaligus menegangkan. Sang sutradara, Richard Eyre berhasil menyatukan kekuatan cerita dengan akting para bintang film berkaliber dunia. Mereka adalah Liam Neeson (‘Schindler’s List,’ ‘Les Miserables’ ‘Kinsey’, ‘Kingdom of Heaven’), Antonio Banderas (Interview With Vampire, Phildelphia, Desperado, Legend of Zorro,) dan Laura Linney (‘Love Actually,’ ‘Mystic River,’ The Savages’) Ketiga pemeran utama ini tampil total memainkan tokoh yang terlibat dalam kisah cinta segitiga yang dibungkus dalam konflik perselingkuhan.

“The Other Man” berkisah tentang sepasang suami-istri: Peter (Liam Neeson) dan Lisa (Laura Linney). Hampir selama 20 tahun, kehidupan rumah tangga mereka selalu tampak harmonis. Dari hasil pernikahannya, Peter dan Lisa dikarunai putri tunggal, Abigail, yang mulai beranjak dewasa.
Peter adalah penguasaha di bidang software komputer. Sedangkan Lisa berkarier sebagai desainer sepatu terkenal, yang menuntut dirinya harus berpergian ke luar negeri. Meskipun sama-sama sibuk, keduanya berusaha hidup sebagai keluarga yang harmonis. Namun sayang, usaha pasangan ini untuk menjalani rumah tangga yang harmonis harus terbentur oleh perselingkuhan. Dan yang menjadi korban selingkuh adalah Peter.
Peter mencurigai Lisa berselingkuh dengan seorang lelaki yang tak dikenal setelah dia menemukan secuil kertas bertuliskan “Lake Como” yang terselip pada sepatu Lisa. Sementara Lisa sendiri sudah pergi ke kota Milan, Italy, dengan alasan suatu acara. Peter pun penasaran untuk melacak lebih mendalam rahasia “Lake Como,” yang menurut kata hatinya berkaitan erat dengan kepergian Lisa ke Milan. Semula Peter meminta saran kepada anaknya, Abigail tentang dugaannya ini. Namun karena hubungan ayah dan anak ini selalu tak akur, Peter dan Abigail malah jadi sering berdebat. Peter pun akhirnya nekad menyusul Lisa ke Milan untuk membuktikan kecurigaannya terhadap Lisa.

Bak seorang detektif, sampai di Milan, Peter berusaha mencari data dan fakta seputar keberadaan Lisa dan lelaki selingkuhannya. Di kota ini, Peter pun mendapat gelagat tak enak. Dia bertemu dengan Ralph (Antonio Banderas). Peter dan Ralph sempat bertatap muka dan bahkan bermain catur dalam satu meja. Dari obrolannya, Peter berhasil memancing Ralph sehingga dia secara tak sadar mengakui berpacaran dengan Lisa. Apa tindakan Peter selanjutnya? Apakah langsung mendamprat atau terus melandeni Ralph dalam sebuah obrolan? Tak pelak, inilah film drama yang mengungkap liku-liku perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga dengan cara yang halus. Akting Neeson dan Banderas patut diacungi jempol. Nesson berhasil menguasai karakter Peter yang sabar, penasaran, dan berlapang dada dalam menghadapi Lisa yang dianggap sudah berkhianat. Demikian pula juga Banderas. Dia berhasil memerankan tokoh Ralph, yang santai, perlente, dan juga pandai bersilat lidah. Konflik di antara dua tokoh ini begitu halus digambarkan dalam dialog-dialog cerdas dan sesekali jenaka.
Meskipun film ini mengangkat masalah perselingkuhan, “The Other Man” tidak terjebak pada stereotipe realitas masalah selingkuh yang selama ini terjadi di masyarakat pada umumnya. Selingkuh memang bisa sangat menyakitkan, sehingga bisa menimbulkan pertengkaran dan perkelahian. Tapi situasi tersebut tak berlaku dalam film “The Other Man.” Ketegangan karena perselingkuhan tak melulu harus diwarnai dengan caci maki, sumpah-serapah atau main damprat tangan. Ketegangan karena perselingkuhan bisa dibangun dengan dialog dan kekuatan karakter pemainnya, yang tampil seperti tanpa mengeluarkan emosi berlebihan.
Jadi, apakah Anda bisa melakukannya seperti tokoh dalam film “The Other Man” jika pasangan Anda selingkuh? Jika belum bisa, tonton dulu film ini mulai 8 Juli 2009, serentak di Blitzmegaplex. (Senimata)

Genre : Drama
Pemain : Liam Nesson, Antonio Banderas, Laura Linney, Romola Garai, etc
Sutradara/Skenario : Richard Eyre
Produksi : Rainmark Films
Crew & Production:
Michael Drever – Producer
Haris Zambarloukos BSC – Director of Photography
Tariq Anwar – Editor
Gemma Jackson – Production Designe
Phoebe de Gave – Costume Designer
Sales, Distribution Rights Contact :
Oky Zayyd
Platinum Pictures Indonesia
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8
Jakarta Pusat
Tel : 021 625 4374
Hp : 021 9299 5700
Email : film.publisher@gmail.com
Website : www.senimata.wordpress.com
Publicity & Media Centre Contact :
Yogira
Senimata Kreasi Komunika
Jl. Durma IV No 1 Turangga
Bandung
Tel : 022 70 2920
Hp : 0817 650 9940
Email : film.publisher@gmail.com
Website : www.senimata.wordpress.com
Add comment June 24, 2009
| Previous Posts |
