Posted files under ‘Oky Zayyd




INSIDE RING (Le Premier Cercle)

THELMA FILMS & ALTER FILMS presents

poster IR2 

Aksi Gangster di Negeri Prancis

 Jika Anda penggemar film gangster atau mafia, pastinya mengenal film “The Godfather,” “Godfellas,” Mobster, “Gangs of NewYork,” dan “American Gangster”. Namun, apakah Anda pernah menyaksikan film gangster ala Prancis? Jawabannya ada pada  film “Inside Ring”

“Inside  Ring” dibintangi aktor  watak Jean Reno, yang dikenal dalam film ”Leon-The Profesionnal,” “Da Vinci Code,” “Ronin,” dan “Crimson Rivers.” Dalam film “Inside Ring,” Reno harus memanggul peran sebagai penjahat kelas kakap, bernama Milo Malakian. Milo  keturunan klan Malikian. Klan ini berkembang di Prancis sebagai generasi dari imigran negeri Armenia yang mengungsi ke negeri Prancis sekitar tahun 1915.

Kepahitan hidup yang berkepanjangan secara turun-menurun dari nenek moyangnya, membuat Milo terpicu menjadi penjahat sukses.  Dia pun menjadi pemimpin gangster paling ditakuti pada zamannya. Milo memunyai  putra kesayangan bernama Anton yang diperankan oleh aktor ganteng Gaspard Ulliel (Hannibal Rising, A Very Long Engagement Best Promising Actor at the Cesars 2005). Anton adalah seorang ‘badboy’ yang hobi kebut-kebutan dengan mobil mewah, namun hatinya takluk oleh cinta perawat cantik, bernama Elodie, yang bukan berasal dari klan Malakian.

inside-ring-still 4

Bak kisah asmara Romeo & Juliet, jalinan cinta  Anton dengan Elodie tak direstui  Milo. Konflik internal pun terjadi: Perseteruan Sang anak versus Sang ayah. Siapakah yang mengalah? Anton kah yang tak pernah lelah memuja Elodie? Ataukah Milo yang bersusah payah mempertahankan dinasti keempat klan Malakian, agar tak tertular orang dari klan lain, yang justru adalah kekasih anaknya?   

Konflik kian kompleks. Ternyata, sepak terjang kejahatan Milo dan Anton sudah lama diendus-endus detektif Saunier, yang memang bersikeras ingin meringkus klan Malakian. Saunier benar-benar ingin meluluhlantakan anggota gangster Malakian yang membunuh partner kerjanya. Apakah dendam Saunier bisa terbalaskan? Lantas, bagaimanakah hubungan Milo dengan Anton selanjutnya yang dua-duanya terus menjadi buruan polisi?

inside-ring-still 1

Jika menukil dari judul filmnya, konflik dalam cerita ini boleh dibilang saling berkait di antara ego dan kepentingan masing-masing tokohnya. Ketegangan seolah terus melingkar-lingkar, baik itu ketegangan psikologis, maupun ketegangan lewat aksi-aksi thriller khas film gangster. Bedanya, kekhasan film gangster pada “Inside Ring” punya muatan lokal tersendiri yang tak bisa ditemukan dalam film gangster sejenis, khususnya dari sisi setting, art direction, serta latar belakang sosial dan budaya Prancis.

Tampaknya, sang sutradara sekaligus penulis skenario, Laurent Tuel membesut “Inside Ring” agar tampil sebagai film gangster yang berbeda dengan  film-film gangster yang sudah dikenal sebelumnya. Memang “Inside Ring” pastinya tak  selegendaris film  “The Godfather.”  Akan tetapi, Film ini memunculkan adegan-adegan aksi yang diwarnai tragedi romantik kisah cinta ala Prancis. Inilah sebuah film yang niscaya memberikan nuansa baru tentang sisi kelam dunia gangster pada zaman modern.

Jika anda penggemar berat film gangster, “Inside Ring” adalah film yang pantas Anda tonton. Lewat film ini, Anda tak hanya bisa mengenal Prancis sebagai negeri romantis, tetapi juga bisa mengenal sepenggal kisah tragis kehidupan sebuah gangster. Jadi, segera saksikan filmnya, hanya di Blitz Megaplex mulai 29 Juli. (yogira)

Screenplay by : LAURENT TUEL, SIMON MOUTAIROU and LAURENT TURNER

Directed by : LAURENT TUEL

Starring

MILO – JEAN RENO

(Cash, The Da Vinci Code, Ronin, Crimson

Rivers 1 and 2)

 ANTON – GASPARD ULLIEL

(Hannibal Rising, A Very Long Engagement

Best Promising Actor at the Cesars 2005)

 ELODIE – VAHINA GIOCANTE

(99 Francs, Lila says)

Promotion and Publication
Senimata Kreasi Komunika
CP : Yogira
Jl. Durma IV no 1 Turangga Bandung
Telp : 022 730 2920
Hp : 0817 650 9940
 
Sales, Distribution & Broadcasting
Platinum Pictures Indonesia
CP : Oky Zayyd
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8
Jakarta Pusat
Telp : 021 625 4374
Fax : 021 626 0781
Hp : 021 9299 5700

1 comment July 23, 2009

Testimonial Aktor dan Sineas

THE OTHER MAN
Release 8 Juli (Blitzmegaplex)

Film drama ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang asal Jerman, Bernhard Schlink. Schilink memang dikenal sebagai pengarang yang handal dalam meramu tema sederhana menjadi cerita yang menarik dan menegangkan. Apalagi setelah cerita pendek ini dikemas dalam cerita layar lebar, maka cerita “The Other Man” semakin kuat, menyentuh, sekaligus menegangkan. Sang sutradara, Richard Eyre berhasil menyatukan kekuatan cerita dengan akting para bintang film berkaliber dunia. Mereka adalah Liam Neeson (‘Schindler’s List,’ ‘Les Miserables’ ‘Kinsey’, ‘Kingdom of Heaven’), Antonio Banderas (Interview With Vampire, Phildelphia, Desperado, Legend of Zorro,) dan Laura Linney (‘Love Actually,’ ‘Mystic River,’ The Savages’) Ketiga pemeran utama ini tampil total memainkan tokoh yang terlibat dalam kisah cinta segitiga yang dibungkus dalam konflik perselingkuhan.

Berikut petikan testimonial para pemain dan sineas film The Other Man :

liam neeson
Liam Neeson [Peter]
“Saya menerima tawaran bermain film ini bukan semata-mata karena honornya. Bagi saya, honor nomor sekian. Yang penting, apakah cerita filmnya menarik atau tidak? Nah, The Other Man membuat saya tertarik dengan karakter Peter. Saya tertantang memerankan tokoh Peter karena akting saya harus benar-benar ‘keluar’ dari karakter peran dari film-film saya sebelumnya. Sepertinya Eyre [sutradara] memilih saya karena mempertimbangkan faktor wajah saya yang pas sebagai seorang lelaki bodoh, tapi ingin serba tahu. Teman-teman bilang, saya memang berwajah yang pantas dikasihani. Terutama dalam film ini, saya bangga bisa meng-eksplore akting saya untuk cerita yang kuat seperti film ini.”

banderas

Antonio Banderas [Ralph]
“Beradu akting dengan Neeson, sungguh suatu tantangan. Apalagi dia berperan sebagai musuhku. The Other Man bukanlah film action. Tapi faktor permusuhan bisa dikemas dengan menarik sehingga konflik begitu ‘menggigit,’ yang jarang terjadi dalam film-film drama sebelumnya. Menjadi lelaki penggoda dan seksi, mungkin alasan utama Eyre memilih saya memerankan Ralph. Saya senang bisa diarahkan oleh Eyre. Dia seperti ingin memberikan kebebasan kepada saya untuk berimprovisasi. Mungkin dia sudah tahu apa yang terbaik bagi saya dan film ini.

liney

Laura Linney [Lisa]
“Sebuah kebanggan bermain dengan dua aktor kawakan seperti Neeson dan Banderas. Mereka sama-sama lelaki sejati. Kami menjalani syuting begitu asyik. Saya banyak belajar dari Neeson tentang akting ,dan saya lebih banyak bertanya kepada Banderas soal ketenangan. Kebetulan kan saya harus beradegan ciuman dengan dia. Sungguh! Banderas membimbing saya untuk lebih tenang menghadapi adegan itu.”

garai

Romola Garai [Abigail]
”The Other Man memang film drama yang pemerannya kebanyakan dewasa. Tapi dari film inilah saya semakin menyadari arti relationship antara anak dan orangtuanya. Bagi saya, The Other Man adalah film yang berhasil mengangkat persoalan keluarga dengan cara yang menarik.”

eyre

Richard Eyre [Writer/Director]
“Semua orang yang terlibat dalam film ini memberikan kontribusi sangat berarti. Para pemain dan kru bekerja sama dengan baik. Boleh dibilang, saya punya tim yang kuat sehingga film ini bisa diselesaikan dengan lancar. Saya juga kagum pada Zambarloukus berikut tim penata kameranya. Di bawah bidikan kamera Zambarloukus, cerita film ini lebih terasa hidup dan memunculkan artikulasi gambar yang tepat dan menyentuh.”

Haris Zambarloukos [Director of Photography]
“Saya kira, sangat bagus ketika saya diajak berembuk untuk membahas scene demi scene sejak proses pra produksi. Ide-ide pun bisa muncul agar film ini enak ditonton saat diputar. Saya senang bekerja sama dengan Eyre. Dia memberikan saya banyak referensi tentang pengambilan gambar, terutama gambar-gambar untuk candid camera. Saya bisa merasakan sendiri hasilnya. Benar-benar fantastis!”

Gemma Jackson [Production Designer]
“Saya termasuk salah seorang yang mengagumi cerita-cerita Bernard Schilink. Meskipun film ini jauh dari cerita pendek aslinya, esensinya tetap bisa terpapar dalam film ini. Sebagai sutradara, Eyre berhasil mengangkat karya fiksi Schilink dalam gambar-gambar film dan penokohan yang mengagumkan.

Phoebe de Gaye [Costume Designer]
“Film ini mengisahkan tentang dua lelaki protagonis yang sama-sama harus memperlihatkan kesejatiannya di mata seorang perempuan. Penampilan Peter dan Ralph sangat kontras. Makanya, saya berusaha memberikan kostum yang sesuai dengan karakter mereka. Dan ini sangat membantu pada jalan cerita film yang menurut saya mendebarkan.”

Frank Doelqer [Producer]
“Kami ingin menjaga cerita dalam film ini serealistis mungkin. Alasannya sederhana, agar penonton di seluruh dunia melihat karakter-karakter tokoh dalam film ini benar-benar seperti ada dalam kenyatannya. Bagaimana sosok seperti Lisa bisa terlibat di antara dua lelaki berbeda? Mungkin Anda juga pernah mengalami seperti dia.

Tracey Scoffield [Producer]
Penataan kamera untuk film ini sungguh luar biasa. The Other Man memang film drama. Tapi cerita yang mengalir sesuai dengan skenario semakin kuat dengan bahasa gambar yang menawan. Film jadi ini terasa punya thriller yang khas, fantastis, dan bisa membangun atmosfir yang indah.

Tariq Anwar [Editor]
Bekerja sama dengan Eyre dan Zambarloukos adalah suatu pengalaman berharga. Mereka memudahkan saya dalam menyunting film The Other Man. Menurut saya, Eyre dan Zambarloukos sangat membantu proses pekerjaan saya. Hasilnya, film ini menjadi film dengan rentetan adegan yang asyik untuk dinikmati. (yogira)

Promotion and Publication
Senimata Kreasi Komunika

CP : Yogira
Jl. Durma IV no 1 Turangga Bandung
Telp : 022 730 2920
Hp : 0817 650 9940

Sales and Distribution
Platinum Pictures Indonesia

CP : Oky Zayyd
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8
Jakarta Pusat
Telp : 021 625 4374
Fax : 021 626 0781
Hp : 021 9299 5700

To Join group senimata please click

http://www.facebook.com/group.php?gid=70307527779&ref=ts

Add comment July 6, 2009

THE OTHER MAN

3-TOM_00905

Cara Bijak Melacak Jejak Selingkuh

Apa yang akan Anda lakukan jika orang yang selama ini dicintai dicurigai berselingkuh? Apakah Anda akan marah-marah? Pasrah? Atau ingin lebih dulu membuktikannya? Jika Anda bijak, tentu Anda lebih memilih cara nomor tiga. Lantas, bagaimana jika memang pasangan Anda sudah terbukti selingkuh?

Film “The Other Man” bisa menjadi salah satu kunci jawabannya. Film drama ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang asal Jerman, Bernhard Schlink. Schilink memang dikenal sebagai pengarang yang handal dalam meramu tema sederhana menjadi cerita yang menarik dan menegangkan. Apalagi setelah cerita pendek ini dikemas dalam cerita layar lebar, maka cerita “The Other Man” semakin kuat, menyentuh, sekaligus menegangkan. Sang sutradara, Richard Eyre berhasil menyatukan kekuatan cerita dengan akting para bintang film berkaliber dunia. Mereka adalah Liam Neeson (‘Schindler’s List,’ ‘Les Miserables’ ‘Kinsey’, ‘Kingdom of Heaven’), Antonio Banderas (Interview With Vampire, Phildelphia, Desperado, Legend of Zorro,) dan Laura Linney (‘Love Actually,’ ‘Mystic River,’ The Savages’) Ketiga pemeran utama ini tampil total memainkan tokoh yang terlibat dalam kisah cinta segitiga yang dibungkus dalam konflik perselingkuhan.

11-TOM_03208

“The Other Man” berkisah tentang sepasang suami-istri: Peter (Liam Neeson) dan Lisa (Laura Linney). Hampir selama 20 tahun, kehidupan rumah tangga mereka selalu tampak harmonis. Dari hasil pernikahannya, Peter dan Lisa dikarunai putri tunggal, Abigail, yang mulai beranjak dewasa.

Peter adalah penguasaha di bidang software komputer. Sedangkan Lisa berkarier sebagai desainer sepatu terkenal, yang menuntut dirinya harus berpergian ke luar negeri. Meskipun sama-sama sibuk, keduanya berusaha hidup sebagai keluarga yang harmonis. Namun sayang, usaha pasangan ini untuk menjalani rumah tangga yang harmonis harus terbentur oleh perselingkuhan. Dan yang menjadi korban selingkuh adalah Peter.

Peter mencurigai Lisa berselingkuh dengan seorang lelaki yang tak dikenal setelah dia menemukan secuil kertas bertuliskan “Lake Como” yang terselip pada sepatu Lisa. Sementara Lisa sendiri sudah pergi ke kota Milan, Italy, dengan alasan suatu acara. Peter pun penasaran untuk melacak lebih mendalam rahasia “Lake Como,” yang menurut kata hatinya berkaitan erat dengan kepergian Lisa ke Milan. Semula Peter meminta saran kepada anaknya, Abigail tentang dugaannya ini. Namun karena hubungan ayah dan anak ini selalu tak akur, Peter dan Abigail malah jadi sering berdebat. Peter pun akhirnya nekad menyusul Lisa ke Milan untuk membuktikan kecurigaannya terhadap Lisa.

10-TOM_03012

Bak seorang detektif, sampai di Milan, Peter berusaha mencari data dan fakta seputar keberadaan Lisa dan lelaki selingkuhannya. Di kota ini, Peter pun mendapat gelagat tak enak. Dia bertemu dengan Ralph (Antonio Banderas). Peter dan Ralph sempat bertatap muka dan bahkan bermain catur dalam satu meja. Dari obrolannya, Peter berhasil memancing Ralph sehingga dia secara tak sadar mengakui berpacaran dengan Lisa. Apa tindakan Peter selanjutnya? Apakah langsung mendamprat atau terus melandeni Ralph dalam sebuah obrolan? Tak pelak, inilah film drama yang mengungkap liku-liku perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga dengan cara yang halus. Akting Neeson dan Banderas patut diacungi jempol. Nesson berhasil menguasai karakter Peter yang sabar, penasaran, dan berlapang dada dalam menghadapi Lisa yang dianggap sudah berkhianat. Demikian pula juga Banderas. Dia berhasil memerankan tokoh Ralph, yang santai, perlente, dan juga pandai bersilat lidah. Konflik di antara dua tokoh ini begitu halus digambarkan dalam dialog-dialog cerdas dan sesekali jenaka.

Meskipun film ini mengangkat masalah perselingkuhan, “The Other Man” tidak terjebak pada stereotipe realitas masalah selingkuh yang selama ini terjadi di masyarakat pada umumnya. Selingkuh memang bisa sangat menyakitkan, sehingga bisa menimbulkan pertengkaran dan perkelahian. Tapi situasi tersebut tak berlaku dalam film “The Other Man.” Ketegangan karena perselingkuhan tak melulu harus diwarnai dengan caci maki, sumpah-serapah atau main damprat tangan. Ketegangan karena perselingkuhan bisa dibangun dengan dialog dan kekuatan karakter pemainnya, yang tampil seperti tanpa mengeluarkan emosi berlebihan.

Jadi, apakah Anda bisa melakukannya seperti tokoh dalam film “The Other Man” jika pasangan Anda selingkuh? Jika belum bisa, tonton dulu film ini mulai 8 Juli 2009, serentak di Blitzmegaplex. (Senimata)

Other-Man-Neo

Genre : Drama
Pemain : Liam Nesson, Antonio Banderas, Laura Linney, Romola Garai, etc
Sutradara/Skenario : Richard Eyre
Produksi : Rainmark Films

Crew & Production:
Michael Drever – Producer
Haris Zambarloukos BSC – Director of Photography
Tariq Anwar – Editor
Gemma Jackson – Production Designe
Phoebe de Gave – Costume Designer

Sales, Distribution Rights Contact :

Oky Zayyd
Platinum Pictures Indonesia
Jl. Raya Gunung Sahari 44 No. A8
Jakarta Pusat
Tel : 021 625 4374
Hp : 021 9299 5700
Email : film.publisher@gmail.com
Website : www.senimata.wordpress.com

Publicity & Media Centre Contact :

Yogira
Senimata Kreasi Komunika
Jl. Durma IV No 1 Turangga
Bandung
Tel : 022 70 2920
Hp : 0817 650 9940
Email : film.publisher@gmail.com
Website : www.senimata.wordpress.com

Add comment June 24, 2009

Walk the Talk : Belajar Bahasa Inggris dengan Unik dan Menghibur

J naik delman di PadangSiaran Pers

Menteng, Sabtu 6 Juni 2009. Program edutainment hasil karya Paradigma Films bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat “Walk the Talk” yang telah memberi inspirasi bagi ribuan pemirsa Trans7 dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mengadakan jumpa pers di Starbucks Menteng, Sabtu siang 6/6.

Sebelumnya Jason Daniels (host) berkeliling dengan mengendarai Bajaj, mengunjungi Pasar Cikini, Gambir, Taman Suropati dan berakhir di Taman Menteng. Dengan segala ke kocakannya Jason menjumpai dan menawarkan tumpangan gratis buat orang-orang yang berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengannya. Selama menjadi “sopir bajaj” Jason ditemani oleh beberapa selebriti seperti aktris Putri Patricia, penyanyi dangdut Fetty Febiola dan aktris Candice Anggunadinata, alhasil “sopir Bajaj” dadakan ini semakin semangat “kejar setoran”.

Dalam jumpa pers Jason menegaskan Walk the Talk adalah sebuah program reality-show yang ditayangkan Trans7 setiap Minggu jam 10:00 pagi. “Acara ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan cara yang unik dan menghibur, jauh dari kesan formil” tegas pria yang sudah 12 tahun menjadi guru bahasa Inggris di Indonesia ini. Besarnya permintaan terhadap bahan-bahan pengajaran yang bermutu tinggi serta minat siswa-siswi dan khalayak umum di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris adalah salah satu alasan mengapa Kedutaan Amerika Serikat mensponsori acara Walk the Talk. Menurut Public Diplomacy Officer Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia Tristram Perry, saat ini Kedutaan Amerika Serikat juga tengah mensponsori Fulbright English Teaching Assistants and Fellows (mendatangkan guru bahasa Inggris ke daerah-daerah di Indonesia) bagi mereka akademisi yang mengajar Bahasa Inggris di sekolah maupun di perguruan tinggi di Indonesia.

1 comment June 8, 2009

“THE BECKONING” | Terbelenggu antara dua dunia, berusaha menggapai kehidupan, mencari keadilan dari sesuatu yang mereka alami

beckonong-buat-senimataPRESS RELEASE / INFO COMING SOON @ BLITZMEGAPLEX

“Sesuatu yang jahat, roh-roh dari korban yang tertinggal, tak dapat berjalan terus, terbelenggu antara dua dunia, berusaha menggapai kehidupan, mencari keadilan dari sesuatu yang mereka alami”

Francesca (Ana Torrent) dan Pedro (Francisco Boira) adalah orang-tua dari seorang anak bayi, mereka berharap akan memperbaiki hubungan tegang mereka selama ini. Tetapi tragedi masa lalu terus menyelimuti dan menguji kerapuhan jiwa dan pikiran Francesca. Pasangan ini mencari kedamaian dengan pindah ke sebuah rumah di pedesaan untuk mendapatkan kesendirian dan ketenangan.

Tetapi mereka sudah membuat sebuah pilihan yang sangat salah. Dari malam pertama mereka pindah ke rumah tersebut, Francesca merasa sesuatu yang tidak benar dan aneh terjadi di rumah tersebut. Ada suara-suara tapak kaki berjalan dan rintihan tangisan yang menyeramkan. Semua kejadian itu hanya disaksikan olehnya sendiri. Pedro mencintai istrinya, dan hanya menginginkan yang terbaik untuknya, apa yang bisa mengembalikan Francesca seperti yang dia kenal beberapa tahun yang lalu, tetapi dengan meningkatnya ketakutan dan paranoia yang terjadi pada istrinya membuat Pedro tersita pikirannya.

Seorang profesional yang mereka kunjungi tidak menghasilkan perubahan yang berarti bagi istrinya. Rumah tersebut memang menyembunyikan suatu misteri yang sangat mengerikan dari masa lalu. Apakah yang telah terjadi di rumah itu? sesuatu yang begitu mengerikan pernah terjadi di rumah itu…

Ketidakmampuan untuk mengerti apa yang sedang terjadi, untuk meyakinkan dan kesadaran diri, Fransesca harus berkomunikasi dengan siapapun, atau apapun itu yang selalu menghantuinya, dan berdoa bahwa mereka tidak akan membahayakan dirinya. Selamatkah Fransesca dan Pedro dari terror menyeramkan tersebut? Saksikan The Beckoning mulai 13 Mei hanya di Blitzmegaplex.

Info : Oky Zayyd Tel : 021 9299 5700

Email : film.publisher@gmail.com

Nonton ”The Beckoning” di Blitz Berhadiah DVD original dari Platinum Pictures Indonesia!!! Jangan buang potongan tiket The Beckoning !! Kirimkan 2 potongan tiket ke alamat Redaksi PPI

Jl. Raya Gunung Sahari 44 No A8 – Jakarta Pusat Attn. Miss Pudji

Ingin dapat informasi seputar dunia hiburan/artis/ program tv/film dan musik ayo gabung disini :

http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=70307527779&ref=ts

1 comment May 6, 2009

SHUTLLE : Never ride with a stranger

shuttle-1

PRESS RELEASE / INFO COMING SOON @ BLITZMEGAPLEX 

Masih ingat dengan Flawless (2007) drama thriller dengan setting tahun 60an yang diperankan Demi Moore dan Michael Caine? Film yang sukses menarik perhatian penontonnya di Amerika dan di Indonesia ini ditulis oleh Edward Anderson. Setelah sukses dengan Flawless kini Anderson kembali menulis sekaligus menyutradarai film drama horror bertajuk Shuttle.

Shuttle adalah gabungan antara road movie dan drama horror menegangkan. Shuttle bercerita tentang akhir perjalanan 2 orang sahabat Mel dan Jules dari liburan akhir pekan. Saat Mel (Peyton List) dan Jules (Cameron Goodman) kembali dari liburan akhir pekan, dan mereka terdampar di bandara di suatu malam yang hujan dan dingin. Karena hanya ingin sampai rumah dengan selamat, mereka naik bis bandara dengan bantuan seorang supir yang ramah dan tiga penumpang lainnya. Tetapi dalam perjalanan singkat kerumah berubah menjadi perjalanan yang menakutkan karena bis yang mereka tumpangi berputar arah ke wilayah gelap dan menyeramkan dibarengi dengan peristiwa menakutkan. Saat malam semakin larut , supir memaksa setiap penumpang melakukan sesuatu yang sederhana namun aneh dan Mel mulai curiga ada sesuatu yang lebih dari hanya perampokan biasa. Mel dan Jules terkejut saat mereka mengetahui niat sebenarnya si sopir tersebut dan harus berusaha untuk menyelamatkan diri mereka. Ketegangan dalam perjalanan semakin menghantui Mel dan Jules.

Ada apa dibalik perampokan ini? Dapatkah Mel dan Jules selamat dari perjalanan tak terduga ini? Saksikan drama horror mencekam ini hanya di Blitzmegplex mulai 6 Mei 2009.

Info :

Oky Zayyd Tel : 021 9299 5700 Email : film.publisher@gmail.com

Nonton ”Shuttle” di Blitz Berhadiah DVD original dari Platinum Pictures Indonesia!!! Jangan buang potongan tiket Shuttle!! Kirimkan 2 potongan tiket Shuttle ke alamat Redaksi PPI Jl. Raya Gunung Sahari 44 No A8 – Jakarta Pusat Attn. Miss Pudji

Ingin dapat informasi seputar dunia hiburan/artis/ program tv/film dan musik ayo gabung disini :

http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=70307527779&ref=ts

Add comment April 24, 2009

House : Film Adaptasi Novel Karya Ted Dekker dan Frank Perreti Tayang di Blitz

house-poster1Sebuah film adaptasi novel laris karya Ted Dekker dan Frank Perreti bertajuk House segera tayang di Blitzmegaplex. House bercerita tentang pasangan Jack ( Reynaldo Rosales) dan Stephanie (Heidi Dippold) yang sedang mengebut dan terlambat karena ban mobil pecah. Mendadak dunia mereka berubah saat kecelakaan aneh yang terjadi sehingga mereka terdampar tanpa mobil, dan tiba-tiba juga pada saat yang bersamaan sinyal ponsel mereka menghilang dan tidak ada bantuan di sekitar mereka. Jack dan Stephanie tidak punya pilihan lain selain berjalan kaki. Pada saat malam tiba, mereka melihat sebuah papan tulisan di jalan masuk. Motel Wayside.

normal_houseimage8

Pasangan yang sudah lelah itu berdiri di depan rumah tersebut, lengkap dengan pagar berdinding batu, pohon palem kuno, dan sebuah pesan untuk menyambut para pelancong.

Di dalam mereka bertemu pasangan dengan masalah yang sama dengan merka. Kejadian aneh mulai terjadi, korban terus berjatuhan. Apakah mereka berhasil bertahan? Saksikan segera “House” hanya di Blitzmegaplex.

Cast & Crew

Michael Madsen : Tin Man

Reynaldo Rosales : Jack Singleton

Heidi Dippold : Stephanie Singleton

Julie Ann Emery : Leslie Taylor

JP Davis : Randy Messarue

Lew Temple : Pete

Weronika Rosati : Mrs. Lawdale

Allana Bale : Susan

Director : Robby Henson

Story/Script : Ted Dekker (Novel)

Rob Green (Screen Play)

Frank Perreti (Co – Writer)

Producer : Ted Dekker

Exec.Prod : Wojtek Frykowski

Add comment March 20, 2009

Film THE OXFORD MURDERS | Antara Pembunuhan dan Matematika

1-2

Bagi penggemar Elijah Wood, jangan sampai melewatkan film ini. Karena aktor tampan yang bermain cemerlang di film The Lord of The Ring akan mengobati kangen Anda melalui film The Oxford Murders garapan sutradara film cult peraih belasan award berkebangsaan Spanyol Alex de la Iglesia ini.

Film produksi bersama tiga negara ini—Inggris, Perancis dan Spanyol—memasang Elijah Wood melalui pertimbangan panjang yang dilakukan oleh pihak Tornasol Films yang memproduksi film ini. Sebelum memutuskan memasang Elijah, Alex sempat melirik Gael Garcia Bernal, aktor terkenal Spanyol untuk peran utama.

“Elijah memiliki bakat yang luar biasa sekali dalam berakting dan tatapan matanya itulah yang membuat film ini menjadi berisi.” ujar sang sutradara yang terkesan dengan akting Elijah di block buster movie Lord of The Ring, sehingga akhirnya dengan mantap memilih Elijah yang memiliki tatapan mata mendebarkan itu.

The Oxford Murder memakan waktu shooting 3 bulan lebih, yakni sejak 22 Januari 2007 sampai 24 Maret 2007, dengan mengambil lokasi di Universitas Oxford, Inggris, Musium Victoria dan Albert di London, dan Pengadilan Cast Courts.

The Oxford Murders mengisahkan sebuah peristiwa pembunuhan yang terjadi di Universitas Oxford. Korban pembunuhan tersebut adalah seorang wanita tua. Mayatnya ditemukan oleh seorang dosen matematika () dan seorang mahasiswa yang berasal dari Amerika (Elijah Wood) di kampus tersebut.

The Oxford Murder mengangkat sebuah ide cerita tentang matematika, kebenaran dan pembunuhan. Apakah yang sebenarnya terjadi di Universitas Oxford tersebut? Benarkah pembunuhan tersebut ada hubungannya dengan ilmu matematika? Film yang pertama kali release di Inggris pada 25 April 2008 ini akan diputar di Blitzmegaplex. Saksikan The Oxford Murder mulai 7 Januari 2009. (oz2009)

Info:  021-92995700 or Emailto film.publisher@gmail.com ATAU

kalo kalian mau tau perkembangan film yang akan tayang atau informasi lainnya perihal perfilman di Indonesia…cepetan gabung aja di sini…

http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/group.php?gid=32122099343

Add comment December 30, 2008

Film Peraih Se-abreg Award Internasional Segera Tayang di Blitz

theatrical-poster-for-let-the-right-one-in-a-magnet-releasing-film-artwork-courtesy-of-magnet-releasingYa…LET THE RIGHT ONE IN adalah sebuah film vampire produksi Swedia yang di motori oleh sutradara terbaik Swedish Film Institute’s Guldbagge 2004 Tomas Alfredson. Sebuah film horor unik yang menggabungkan horror, suspense dan “coming of age” drama. Film ini diadaptasi dari bestseller novel karya John Ajvide Lindqvist yang pertama kali terbit pada tahun 2004 di Swedia. Novel yang menceritakan tentang kisah cinta dan horor yang terjadi di pinggiran kota ini sedang dipersiapkan Hollywood untuk di-remake versi Inggrisnya dan rencananya akan digarap oleh Matt Reeves yang sukses dengan Cloverfield 2008.

Di tahun ini LET THE RIGHT ONE IN sudah menyabet hampir semua award fantastic film festival terkemuka di dunia antara lain; Edinburgh Film Festival, Fant-Asia Film Festival, Sitges, Toronto After Dark Film Festival, Puchon International Fantastic Film Festival dan Tribeca Film Festival.

Bercerita tentang keadaan yang tak biasa terjadi di Backeberg, Stockholm tahun 1982. Oskar yang berusia 12 tahun lemah dan sering gelisah, sering diganggu oleh teman sekelasnya yang lebih kuat tetapi dia tidak pernah membalas. Dia dipenuhi rasa dendam akibat keadaan yang diterimanya. Akhirnya dia jatuh cinta pada Eli gadis misterius yang penuh dengan teka-teki. Film yang terbagi dalam tiga adegan ini merupakan kisah romantis yang digabung dengan elemen horor. Hasilnya menjadikan cerita unik dan memiliki daya komersial tinggi dengan kekuatan yang dapat menarik penonton dari berbagai usia.

LET THE RIGHT ONE IN merupakan film yang menghibur, kaya akan pesan sosial dan pengetahuan mendalam mengenai hubungan antar manusia dengan makhluk lain. Film ini mampu menarik penonton tanpa merasa datar atau penuh perhitungan saat menontonnya. Dengan keunikan latar belakang Swedia yang dingin dan abu-abu menambah suasana kelam yang realistis.

Setelah sukses mendapat tanggapan positif penonton Internasional, kini LET THE RIGHT ONE IN akan hadir mengisi kekosongan alternatif tontonan sekaligus meramaikan musim liburan akhir tahun di Indonesia. Ya…jangan pernah lewatkan untuk nonton LET THE RIGHT ONE IN hanya di Blitzmegaplex mulai .

info : oky zayyd 021 9299 5700 or
email to : film.publisher@gmail.com

1 comment November 25, 2008

Sambutan Antusias Penonton Film Mongol

Film Mongol mendapat sambutan antusias. ratusan penonton yang terdiri dari praktisi hiburan seperti Mike Muliadro, Ibnu Jamil dan Aditya Gumay serta seluruh wartawan hiburan dari media cetak, online, dan eletronik juga ikut menghadiri acara yang digelar Platinum Pictures pada Kamis, (18/9) di audi 6 Blitmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta.

Kisah hidup Gengis Khan, seorang  tokoh besar dan penguasa dalam sejarah dunia, ini yang agaknya menjadi daya tarik utama para penonton untuk menyaksikan film yang berdurasi hampir 120 menit ini. Seperti diakui oleh Mike Muliadro salah seorang aktor yang turut menghadiri nonton bareng film Mongol. Mike sudah membintangi beberapa film layar lebar seperti Virgin (2004), Detik Terakhir (2005), Naga Bonar jadi 2 (2007) dan film pendek bergenre Slasher Thriller yang berhasil mewakili Indonesia di berbagai ajang international dan memulai debutnya di Screamfest Horror Film Festival di Los Angeles pada Oktober 2007 lalu yaitu Dara (2007).

“Film yang sangat luar biasa,” ujar Mike saat diminta komentarnya tentang film produksi gabungan tiga Negara tersebut. Menurut Mike, film Mongol menarik bukan saja lantaran jalan ceritanya yang runut dan enak diikuti, tapi juga film ini mampu memvisualisasikan peperangan massal secara sangat real. “Kondisi peradaban abad  12 yang barbar dan kejam yang menjadi setting film garapan Sergey Bodrov ini juga mampu digambarkan secara meyakinkan,” kata aktor yang pernah menjadi nominator aktor terbaik ajang FFI 2005.

Film Mongol memang banyak menampilkan adegan kekerasan di medan peperangan yang mencekam, muncaratan darah dari tubuh tertebas pedang. “Inilah kondisi real di medan perang kala itu. Film yang bagus adalah seperti ini, mampu menghadirkan secara jujur sejarah kekejaman perang di zaman itu.” tambah Mike.

Banyaknya adegan kekerasan yang ditampilkan secara real di film Mongol bukan berarti film ini mempromosikan kekerasan justru menggambarkan keartististikan gambar yang divisualisasikan lewat puncratan darah dari leher yang tertebas pedang. Karena toh film ini memang diperuntukan bagi penonton dewasa yang  tentu saja bisa membedakan mana yang harus ditiru atau tidak.

“Yang bisa dipetik dari film ini adalah sisi lain dan jiwa patriotisme Gengis Khan dalam memimpin bangsanya. Bangsa Mongol menjadi bangsa yang besar dan segani bangsa-bangsa lain,” kata Ibnu Jamil, di tengah para praktisi media.

Baik Ibnu Jamil maupun Mike Muliadro sependapat, bahwa selain unsur sejarah dan kekerasan yang sangat kental mewarnai film ini adalah juga unsur dramanya.  Bahwa di balik keberanian dan ketangkasannya mengatur strategi  di medan perang, Gengis Khan juga ternyata seorang lelaki yang memiliki kelembutan jiwa seorang suami dan ayah bagi istri dan anak-anaknya. Nah, Anda yang belum menonton film Mongol jangan takut karena Mongol baru akan tayang serentak di seluruh jaringan Blitzmegaplex pada 1 Oktober mendatang. Jangan sampai terlewat untuk menonton nya….(db-oz-IX2008)

Terima kasih kepada pada media partner film MONGOL;
Abigail Frisca (PP)
Silvy (Kompas)
Herita (Sindo)
Kiki (Republika)
Yan Wijaya (Majalah Film)
Hendro (Suara Pembaruan)
Eddy (Galamedia)
Ricky (Koran Jakarta)
Tresna (Suara Merdeka)
Mila (Sinar Harapan)
Cipto dan Mimma (Muphy)
Nuroon (Cinemagz)
Wahyu (First)
Detik (Han)
KapanLagi (Widy)
Kroscek (Dufi)
Jak-TV (Reza)
Metro TV (Alvin Adam & Tim)

Dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan promosi film MONGOL dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya.

Add comment September 23, 2008

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category