Posted files under ‘Rendi Bragi’
Ikhsan : Mama I Love You
Synopsis:
Ikhsan adalah seorang anak yang suka melamun, bertualang dan bolos dari sekolahnya, dia sudah tinggal di kelas 3 selama 2 tahun. Teman sekelasnya dan guru gurunya menganggap Ikhsan adalah anak yang bodoh dan malas. dia sering dihukum dengan keras oleh gurunya karena tidak bisa menulis dan membaca dengan baik, nilai matematikanya juga nol besar. Dirumah Ikhsan tidak bisa disiplin dan juga membuat orang tuanya mulai kewalahan, suatu ketika Ikhsan terlibat perkelahian yang berbuntut diketahuinya Ikhsan menyembunyikan rapor terakhirnya. Ikhsan pun dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap terbelakang.
Ayah ikhsan pun menggunakan koneksinya untuk mencoba memasukan Ikhsan ke sebuah asrama ditengah semester. Ikhsan berhasil masuk namun karena dia tidak bisa mandiri, dia menjadi lebih minder. Asrama itu keras dan disiplin, Ikhsan yang sensitive akhirnya mengalami depresi yang cukup parah dan membisu. Emosinya naik turun dan tidak stabil, Ikhsan pun mulai jadi pemarah, berang dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa lahir menjadi bodoh.
Suatu hari asrama itu menerima seorang guru seni baru, Harun, yang suka menari dan berkarya seni. Harun menaruh simpati pada Ikhsan. Harun ternyata juga dulu mempunyai masalah yang sama dengan Ikhsan yaitu “DYSLEXIA” sebuah kondisi yang membuat orang untuk mempunyai daya serap pengetahuan yang berbeda. Kondisi yang dimiliki oleh : Albert Einstein, Leonardo Davinci, dan banyak lagi tokoh – tokoh yang merubah dunia.
Harun pun berusaha untuk membantu Ikhsan memperlihatkan kemampuan luar biasa yang ada pada diri ikhsan pada rekan – rekan gurunya dan juga orangtua ikhsan. Pada sebuah lomba mengambar Ikhsan pun menemukan lagi percaya diri dan memenangkan hati guru-gurunya. Karena setiap anak itu spesial. Setiap anak lahir dengan benih potensi yang mampu mengubah dunia.
Cast
Wulan Guritno, Fachri Muhammad, Ibnu Djamil, Rendi Bragi, Winnie Yanthi, Jesse Lantang, Faruq, Gahara, Adam Jordan
Crew
Script : Rico Michael and Paradigma
Produser : Rico Michael
Produser Pelaksana : Richard Olsen
Sutradara : Rico Michael
DOP : Dea
Art Director : Rusli Andah
Co Director : Richard Olsen
Equipment
Shot on : HD Video
Final on : Film
Durasi : 90 menit
Genre : Family Drama
Release Date : September 2008 (Indonesia & Malaysia)
1 comment April 26, 2008
Release dan Undangan onloc Film Ikhsan
Kepada Yth,
Seluruh Rekan Pers Media Cetak dan Elektronik
Di Tempat
Hal : PRESS RELEASE & ON LOC INVITATION
Jakarta, 9 April 2008
Maraknya industri perfilman ditandai dengan semakin meningkatnya berbagai jenis film yang diproduksi belakangan ini di Indonesia. Ironisnya, perkembangan tersebut tidak dibarengi dengan bertambahnya kualitas film, baik dari sisi materi cerita maupun sisi teknis lain nya. Memang, saat ini sebagian besar film maker di Indonesia lebih banyak memikirkan sisi komersialnya ketimbang unsur lain yang sama pentingnya dalam sebuah film. Pendidikan dan kesehatan misalnya. Informasi tentang dua hal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.
Setelah sukses menyutradarai sekaligus memproduseri film bergenre horor terdahulunya yang bertajuk “Enam”, Rico Michael Bradley, pria blasteran berpostur jenjang dan fighter spirit ini kembali berkarya dengan memotori film layar lebar bertajuk “Ikhsan”. Kali ini Rico tidak mengangkat tema horor mencekam melainkan sebuah tema drama keluarga yang menceritakan tentang seorang anak penderita penyakit dyslexia. Dyslexia adalah Penyebab kesulitan belajar yang relatif masih jarang diketahui sebabnya. Misalnya kurang fokus, gangguan membaca, gangguan matematika, dan gangguan mengekspresikan suatu hal dalam bentuk tulisan. Kelainan ini terjadi pada 5 – 10% di antara anak sekolah di Indonesia. Anak laki-laki mungkin lebih banyak.
Ketika ditanya apa alasan nya (Rico) mengangkat tema dyslexia, ia menuturkan : “penyakit/kelainan Dyslexia pada anak-anak harus disosialisasikan. Salah satu caranya adalah melalui media film. Dengan diangkatnya tema seperti ini, diharapkan para orang tua dapat mengetahui lebih dini kelainan-kelainan pada anak mereka sehingga para orang tua mendapatkan pengetahuan untuk membantu anak-anaknya dalam menyalurkan bakat dengan tepat, anak anak dyslexia sering menunjukkan kemampuan luar biasa dan sangat inovatif, bahkan mereka dapat memecahkan masalah dengan sangat baik, kreatif dan berpikir lateral. Tidak sedikit anak dyslexia menjadi orang sangat sukses dalam bidang seni, fisika, sains, hukum, politik dan pengajar, sebut saja Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alpha Edisson, Pablo Picasso,Walt Disney dan Neil Diamond, mereka semua pada awal masa kecil nya adalah anak anak dyslexia yang perilaku nya sering tidak dimengerti oleh orang dewasa kala itu, tambah Rico.
“Ikhsan” adalah film yang sangat informatif, mendidik juga sarat dengan pesan moral namun tidak mengesampingkan unsur hiburan di dalamnya, karena “Ikhsan” adalah film yang sangat ringan dan menarik untuk ditonton oleh seluruh kalangan terutama keluarga Indonesia, sehingga saya yakin “Ikhsan” akan dapat diterima masyarakat secara luas”, tambah Rico.
Dengan menggandeng aktor dan artis papan atas seperti Wulan Guritno, Fachri “Si Entong” Muhammad, Ibnu Djamil, Rendi Bragi, Winnie Yanthi, Jesse Lantang, M. Farouq, Dik Doank, David Saragih dan lain-lain diharapkan “Ikhsan” menjadi film yang berkualitas, baik dari sisi materi cerita dan kualitas akting para pemainnya. saat ini “Ikhsan” telah masuk tahap produksi dan sedang dalam masa shooting yang berlangsung di Jakarta dan sekitarnya.
Kesuksesan “Ikhsan” tentunya tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan pers dan media yang selalu setia mendampingi proses produksi dan publikasi. Maka, dalam kesempatan ini kami mengajak/mengundang rekan-rekan pers dari berbagai media untuk meliput kegiatan shooting hari terakhir bersama seluruh pemain dan pendukung “Ikhsan” yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Minggu
Tanggal : 13 April 2008
Tempat : PANTI SOSIAL ANAK JALANAN CIPAYUNG
Jl. Raya Ceger, Bambu Apus, Gg. Mandor Hasan, Cipayung
Waktu : 10:00 s/d 14:00 WIB
Terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini.
Untuk konfirmasi kehadiran dan keterangan lebih lengkap silahkan menghubungi publicist kami dibawah ini:
Senimata Kreasi Komunika
HP : 021 9299 5700
Email : promosi@senimata.com
Hormat Kami,
Oky Zayyd
SYNOPSIS
“Kasih Membuka Mata, dan Pendidikan adalah Jembatan antar Jiwa”
Ikhsan adalah seorang anak yang suka melamun, bertualang dan bolos dari sekolahnya, dia sudah tinggal di kelas 3 selama 2 tahun. Teman sekelasnya dan guru gurunya menganggap Ikhsan adalah anak yang bodoh dan malas. dia sering dihukum dengan keras oleh gurunya karena tidak bisa menulis dan membaca dengan baik, nilai matematikanya juga nol besar. Dirumah, Ikhsan tidak bisa disiplin dan sering membuat orang tuanya mulai kewalahan, suatu ketika Ikhsan terlibat perkelahian yang berbuntut diketahuinya Ikhsan menyembunyikan rapor terakhirnya. Ikhsan pun dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap terbelakang.
Ayah ikhsan pun menggunakan koneksinya untuk mencoba memasukan Ikhsan ke sebuah asrama ditengah semester. Ikhsan berhasil masuk namun karena dia tidak bisa mandiri, dia menjadi lebih minder. Asrama itu keras dan disiplin, Ikhsan yang sensitif akhirnya mengalami depresi yang cukup parah dan membisu. Emosinya naik turun dan tidak stabil, Ikhsan pun mulai jadi pemarah, berang dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa lahir menjadi bodoh.
Suatu hari asrama itu menerima seorang guru seni baru, Harun, yang suka menari dan menyanyi. Harun menaruh simpati pada Ikhsan. Harun ternyata juga dulu mempunyai masalah yang sama dengan Ikhsan yaitu “DYSLEXIA” sebuah kondisi yang membuat orang untuk mempunyai peresapan pengetahuan berbeda. Kondisi yang dimiliki oleh : Albert Einstein, Leonardo Davinci, dan banyak lagi tokoh – tokoh yang merubah dunia.
Harun pun berusaha untuk membantu Ikhsan memperlihatkan kemampuan luar biasa yang ada pada diri ikhsan pada rekan – rekan gurunya dan juga orang tua ikhsan. Pada sebuah lomba Ikhsan pun menemukan lagi percaya diri dan memenangkan hati guru-gurunya. Karena setiap anak itu spesial. Setiap anak lahir dengan benih potensi yang mampu mengubah dunia.
“IKHSAN”
80 Minutes
Familly Drama
Script : Big Movie / Seanema Paradigma
Producer : Rico Michael and Seanema Paradigma
Ass. Producer : Cacuk Wibisono & Rugun Sibarani
Director : Rico Michael (Enam)
Production Manager : Andrea Bond (Berbagi Suami)
DOP : Dea
Art Director : Rusli Andah (Enam)
Asst. Director : Ricky Olsen
Cast :
1 Wulan Guritno (Gie, Otomatis Romantis, Nagabonar jadi Dua)
2 Fachri “Si Entong” Muhammad
3 Ibnu Djamil (Tali Pocong Perawan )
4 Rendi Bragi
5 Winnie Yanthi (Enam)
6 Jesse Lantang
7 M. Faruq
8 Dik Doank
9 David Saragih (Enam)
Add comment April 9, 2008
