Posted files under ‘Temudgin’
Casting Film MONGOL di Sejumlah Negara
Pencarian pemain untuk memerankan Gengis Khan dilakukan Bodrov di sejumlah negara meliputi Mongolia; Kazakhstan; Kyrgystan; Jepang; China; Korea; Los Angeles; dan wilayah Rusia seperti Tuva, Buryatia, Tatarstan, Bashkiria, Yakutia (aka Sakha), Volga, Ural, and Siberia Asia. Sebelum akhirnya mendapatkan Tadanobu Asano, seorang aktor Jepang yang banyak memenangi penghargaan. Asano berperan sebagai Temudgin dewasa.
Asano berasal dari sebuah sinema independent Jepang, dia telah tampil dalam berbagai film yang berbeda mulai dari film samurai Takashi Kitano “Zatôichi” sampai pada Pen-Ek Ratanaruang’s art-house favorite “Last Life in the Universe”, yang menyimpan Asano untuk pada tahun 2003 dalam Festival Film Venice.
“Saya selalu mencari yang terbaik dan saya sedang mencari siapa yang akan menangkap apa yang saya lihat dan akan membuat ini menjadi kuat. Dan Asano, tentu saja adalah orang yang sangat spesial. Dia adalah aktor serba bisa, dia juga seorang musisi, seorang seniman, dan seorang desainer. Minatnya sangat banyak,“ kata Bodrov menyetujui.
“Ketika kami bertemu, tidak banyak basa basi. Tidak ‘Oh, Saya sangat menginginkan peran ini.’ Ada semacam misteri padanya, sekaligus sebuah penghormatan diri dan martabat.” kata Asano.
Terpilihnya Asano untuk memerankan Temudgin dewasa sempat mengundang pertanyaan. Pasalnya, wajah Jepang Asano terlihat aneh sebagai Genghis Khan. Namun Bodrov menjelaskan bahwa penguasa Mongol oleh kebanyakan orang Jepang dianggap sebagai orang Jepang. “Orang-orang Jepang memiliki pahlawan kuno yang terkenal dan hilang, dan mereka mengira dia pergi ke Mongol dan menjadi Genghis Khan. Dia adalah pahlawan nasional. Sebenarnya, semua itu benar adanya di banyak tempat, di Kazakhstan, Mereka berfikir dia adalah seorang Kazakh; di Korea, mereka berfikir dia adalah orang Korea.” papar Bodrov memberi alasan.
Proses pengkastingan untuk film ini, Bordov dibantu oleh Guka Omarav, pekerja film dari Kazakhstan, “Guka merupakan sutradara kasting yang hebat, dan saya meminta bantuannya dalam pembuatan film Mongol. Kami bepergian bersama ke Mongolia, dan menghabiskan beberapa minggu disana,” katanya. “Dia menemukan Odnyam Odsuren, seorang bocah yang luar biasa. yang berperan sebagai Temudgin muda.”
Sementara itu yang beruntung mendapatkan peran sebagai Borte adalah Khulan Chuluun. Seorang pelajar yang tidak memiliki latar belakang dunia akting sebelumnya. Tapi Bordov dan Omarav sepakat Khulan benar-benar seseorang yang spesial, wajahnya dan tingkah lakunya. Untuk mendapatkan Khulan pun bukan hal mudah. Sebelumnya Omarav mengincar sejumlah aktris professional. Khulan merupakan perempuan asli bangsa Mongol.
Info : MONGOL akan mulai tayang pada 1 Oktober di Blitzmegaplex….
Add comment September 12, 2008
Mongol Melibatkan Sineas Dunia
Pembuatan film MONGOL selain melibatkan sejumlah aktor Asia terkemuka. Seperti aktor China, Honglei
Sun. Untuk director of photography Bardov bekerjasama dengan Rogier Stoffers, sineas berkebangsaan Belanda ternama, yang prestasinya mencakup Oscar winning character dan hit teranyarnya Disturbia, dan sineas Rusia Sergey Trofimov. Rekan Rusianya ini bikin Bordov sangat mengesankan dengan karyanya pada hit thriller supranaturalnya “Night watch” dan “Day Watch”.
“Rogier adalah sineas yang luar biasa. Lightingnya sangat indah dan sense of framing-nya tanpa cela.” kata Bodrov. “Saya tahu Saya dapat mempercayakan paruh kedua dalam film saya kepada Sergey, yang memiliki lokasi-lokasi dan pengambilan gambar yang sulit. Dan dia berhasil dalam pengerjaan rangkaian action yang kompleks – anda dapat merasakan energinya” puji Bordov.
Ada lagi sejumlah sineas dunia yang dilibatkan Bordov di film ini yakni dua editor yang inovatif dan berbakat, pemenang Academy Award, Zach Staenberg (trilogy “The MatriX”) dan pemenang BAFTA Award Valdís Óskarsdóttir (“Eternal Sunshine of the Spotless Mind”, “The Celebration”).
“Saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan mereka,” dia menyetujuinya. ‘Saya telah bekerjasama dengan orang-orang hebat dalam film ini. Tingkat minat dan antusiasme begitu besar – semuanya menyukai materinya. Genghis Khan adalah karakter yang menarik dan ini bukan tipikal laga historis anda.”
Produksi film MONGOL dimulai tahun 2005, dan pembuatannya sebagian besar berlokasi di wilayah terpencil di China, Mongolia dan Kazakhstan. Lokasi-lokasi tersebut benar-benar bagian dari kekaisaran bangsa Mongolia, meliputi jejak-jejak kosong dan hutan lebat yang merupakan kampung halaman Temudgin. Film ini mencoba mengabadikan pola hidup nomaden dari suku Mongol yang hidup di abad ke -12, melintasi daratan dengan berkuda, berpindah-pindah berdasarkan musim dan membentuk kamp-kamp yang efisien dan lengkap dengan binatang ternaknya.
Untuk membantu mengkreasi film MONGOL dengan adegan perang berkuda yang lebih hidup, Badrov mengundang lusinan stuntmen musiman dari Kazakhstan dan Kyrgyzstan, yang dia ketahui ketika memfilmkan epik histories Nomad pada tahun 2004 di Kazakhstan. Selama dua bulan latihan, para stuntment juga melatih para figuran dan kuda-kuda yang akan berkuda dalam adegan peperangan.
Para stuntman professional membawa serta binatang peliharan mereka, Seperti yang dilakukan oleh non-professional lain – orang Mongol, orang Kazastan, dan Uyghur yang memiliki tradisi kultur yang kuat. Meskipun tidak ada semacam kelompok masyarakat local yang mensupervisi perkembangannya. Baik kuda profesional maupun yang amatir diperlakukan dengan derajat perawatan yang tinggi. ‘Saya adalah pencinta kuda, ketika kecil saya ingin menjadi Jockey, jadi saya bertanggungjawab atas perawatan kuda-kuda tersebut,” kata Bodrov.
Setelah pengerjaan filmnya selesai, Bodrov menerima undangan untuk mengunjungi Presiden Mongol di ibukota, Ular Bator. Ketika disana, kebetulan dia menghadiri beberapa konser dari Altan Urag, Mongolian folk-rock band yang berangotakan delapan orang. “Saya merasa jatuh cinta pada mereka. Mereka memiliki energi yang luar biasa.,” aku sang sineas. Dia meminta band tersebut untuk mengkontribusikan additional musik kedalam soundtrack-nya, dan kekhasan ritme vokal memberikan kekuatan sense of otherwordly ke beberapa scenes dimana Temudgin berkonfrontasi dengan musuh-musuhnya. Untuk menciptakan nilai orkestra yang asli dan cocok dengan epik abad 12, Bodrov meminta bantuan komposer Finlandia yang bernama Tuomas Kantelinen, yang menciptakan lagu-lagu yang menjadi nilai tambah dari film yang memiliki emosi yang luar biasa.
further Info please contact 021 9299 5700
or email to indonesia-entertainment@senimata.com
Add comment September 9, 2008
Unsur Romansa di Film Mongol
Film Mongol tidak hanya berpusat pada kisah kepahlawanan seorang Genghis Khan, si Raja Mongol yang termasyur. Tapi diatas semua itu, ini juga merupakan sebuah kisah percintaan.
Film yang berdurasi 120 menit ini juga mengungkap bagaimana pertemuan antara Temudgin dan istri pertamanya, Borte, “Ini sangat menakjubkan dan sekali lagi ini merupakan sebuah cerita yang tidak familiar. Seorang bocah laki-laki yang memilih calon istrinya pada usia sembilan tahun, dan meskipun dia belum mengetahuinya, hidupnya telah berubah untuk selamanya,” jelas sang Bordov.
Film ini menuturkan bagaimana semasa hidup Genghis Khan, terutama pada masa-masa hayatnya Genghis Khan yang memiliki ratusan istri. “Tapi sepanjang hidupnya, Borte adalah perempuan paling penting. Dia bukan hanya seorang istri, tapi juga dia adalah seorang penasihat yang dekat; dia mendiskusikan seluruh keputusan-keputusan besarnya dengannya layaknya sebuah hubungan manusia modern; partnership. Hubungan semacam ini bahkan tidak umum pada saat ini, bahkan pada waktu itu tidak pernah terdengar sama sekali!” kata sang sutradara.
Ketika Borte melahirkan anak pertamanya, Dzuchi, ada banyak rumor yang berkembang mengenai orang tua sang bayi; banyak yang percaya bahwa bayi itu dikandung ketika Borte ditahan oleh orang-orang Merkit. Bodrov mencatat bahwa Temudgin berperilaku sedikit aneh dibanding orang-orang di zamannya, adalah sebuah fakta yang diungkap dalam film tersebut. “Dari awal dia mengatakan, bahwa ‘Dia’ adalah anak saya.’ Dan dia memperlakukan Dzuchi sebagai anaknya.”(db-oz2008)
Add comment September 9, 2008
MONGOL, Nominator Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Award 2008 Segera Tayang di Blitzmegaplex
Press Release for Immediate Release
Jakarta, 14 Agustus 2008
MONGOL adalah film epic sejarah produksi Negara Kazakhstan, Rusia dan Jerman yang di sutradarai oleh Award-winning Russian Filmmaker, Sergei Bodrov. Nomenee Film Berbahasa Asing Terbaik pada perhelatan the eminent Academy Award 2008 ini bercerita tentang kehidupan dan legenda Genghis Khan dalam epik historisnya yang menakjubkan. Film ini memaparkan tahun-tahun awal yang mengerikan dan dramatis dari sang penguasa yang terlahir sebagai Temudgin pada tahun 1162. Mengikuti Temudgin dari masa kanak-kanaknya yang penuh bahaya sampai pada peperangan yang menentukan nasibnya, Film ini melukiskan sebuah gambaran yang multidimensial dari penakluk masa depan, sosok yang inspiratif, pemberani, dan pemimpin yang visioner. MONGOL membesitkan banyak pesan moral yang mengingatkan kita pada isu-isu hak asasi manusia, perbudakan, poligami, romansa sampai ke pendidikan sejarah bangsa Mongol.
Dalam menyelesaikan film ini Bodrov memerlukan waktu bertahun-tahun, Ia menganggap project film tentang Genghis Khan ini adalah project terbesar nya. “Saya selalu tertarik untuk mengambil tokoh terkenal dan menggalinya sedikit lebih dalam; untuk mendapatkan klise dan mencari tahu apa yang terjadi di kehidupan nyata. Saya ingin tahu: Apakah dia seorang yang buruk, yang dituduh membunuh jutaan orang – bagaimana semua itu terjadi? Bagaimana dia menjadi seorang Genghis Khan?,” paparnya. “Masa kecilnya benar-benar tidak diketahui adanya. Dan kemudian anda akan mengetahui bahwasanya dia adalah anak yatim, dia seorang budak, semua orang mencoba untuk membunuhnya, istrinya di culik, dia mendapatkan kembali istrinya sudah dalam keadaan hamil. Bagi saya, ini adalah awal dari sebuah cerita yang menarik tentang tokoh yang luar biasa.”
Dalam menentukan dan memilih pemain Bodrov mencarinya hingga ke seluruh penjuru dunia, meliputi Mongolia; Kazakhstan; Kyrgystan; Jepang; China; Korea; Los Angeles; dan wilayah Rusia seperti Tuva, Buryatia, Tatarstan, Bashkiria, Yakutia (aka Sakha), Volga, Ural, dan Siberia. Bodrov mengkasting pemenang aktor Jepang, , sebagai Temudgin dewasa. Aktor dari sebuah sinema independent Jepang, Asano telah tampil dalam berbagai film yang berbeda, dari film samurai Takashi Kitano “Zatôichi” sampai pada Pen-Ek Ratanaruang’s art-house favorite “Last Life in the Universe”, film yang membawa Asano meraih penghargaan Upstream Award for Best Actor pada tahun 2003 dalam Festival Film Venice. “ Saya selalu mencari yang terbaik dan saya sedang mencari siapa yang akan menangkap apa yang saya lihat dan akan membuat ini menjadi kuat, Asano adalah orang yang sangat spesial. Dia adalah aktor serba bisa, dia juga seorang musisi, seorang seniman, dan seorang desainer. Minatnya sangat banyak, “ Bodrov menegaskan.
Produksi film MONGOL dimulai tahun 2005, dan pembuatannya sebagian besar berlokasi di wilayah terpencil di China, Mongolia dan Kazakhstan. Lokasi-lokasi tersebut benar-benar bagian dari kekaisaran bangsa Mongolia, meliputi jejak-jejak kosong dan hutan lebat yang merupakan kampung halaman Temudgin. Film ini mencoba mengabadikan pola hidup nomaden dari suku Mongol yang hidup di abad ke -12, melintasi daratan dengan berkuda, berpindah-pindah berdasarkan musim dan membentuk kamp-kamp yang efisien dan lengkap dengan binatang ternaknya.
Nominator Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Award ini dalam waktu dekat akan hadir meramaikan perfilman di Indonesia. Saksikan MONGOL di Blitzmegaplex mulai 1 Oktober 2008. (oz 2008)
Add comment September 2, 2008
