Meidian Malladi | Kebersahajaan membawa sukses

med.jpg

 

Namanya memang belum banyak dikenal banyak orang saat ini, namun dengan bakat dan kemampuan yang ia miliki, menjadikan dirinya layak untuk diperhitungkan dalam dunia hiburan Indonesia. Bagaimana tidak, di tengah usianya yang masih muda, Meidian  telah banyak menghiasi layar kaca dengan membintangi beberapa judul sinetron serta iklan. Bahkan dirinya juga mendapatkan kontrak eksklusif dari MD Entertainment beberapa waktu lalu. Namun bagi pria asal medan ini, status keartisannya tidak serta merta membuat dirinya merasa besar, justru dengan semua yang telah ia capai, membuat dirinya “keluar” sebentar dari dunia yang membesarkan dirinya, dan kemudian kembali lagi untuk memberikan yang lebih baik lagi untuk dunia yang ia cintai ini. Kali ini dan di titik inilah ia kembali untuk memberikan semua yang terbaik dari dirinya.

Meidian tumbuh dan besar dari keluarga yang berkecukupan di utara pulau sumatera. Akan tetapi hidup yang serba berkecukupan baginya bukanlah nilai yang justru ia rasakan dari keluarganya, bahkan hingga saat ini.”Gue selalu merasa kesederhanaanlah yang  justru muncul dalam kehidupan keluarga gue, karena gue selalu dibentuk untuk memberikan rasa kebersamaan dalam keluarga.” Tukas anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Malladi Ahmad dan Anita ini. Rasa kebersamaannya itu sendiri, ia akui tumbuh dan berkembang berkat kepiawaian sang bunda dalam menjalin keakraban dengan seluruh anggota keluarganya.

Dan bukanlah hal yang tidak mungkin, seorang “Bujang Medan” yang identik dengan didikan keluarga yang keras ini sangat dekat sang bunda. Baginya, dengan sang bundalah ia dapat melabuhkan keluh kesahnya. Di depan sang bunda, pria kelahiran medan 6 Mei 1986 ini menjadi seorang anak lelaki yang polos dan sangat terbuka. Segala hal yang menerpa dan menghigapi kegalauan dirinya, dengan secara lugas dan terbuka ia ceritakan kepada sang bunda.  

Diakui oleh Dian (panggilan akrab Meidian) dulunya ia adalah anak yang nakal dan suka melawan kepada orang tua, terutama sang bunda. Akan tetapi, justru dengan kenakalan dirinyalah menjadikan moment awal kedekatan dirinya dengan sang bunda. Suatu ketika sang bunda menangis akibat ulah yang dilakukan oleh Dian serta adiknya yang suka melawan, sang bundapun menangis karena ia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menghadapi ulah kedua anaknya itu. Namun di saat Dian melihat air mata sang bunda menetes dari kedua matanya, Dian menyadari bahwa sesungguhnya bukan hanya kenakalan dirinyalah yang membuat sang bunda menangis, akan tetapi sebuah masalah yang lebih berat dari hal tersebut, namun Dian merasa tidak tahu harus bercerita dan mengadu kepadia siapa.

Akhirnya, Naluri dan perasaan dirinya sebagai seorang kakak dan anak yang paling dewasa membawa dirinya pada sebuah kesimpulan bahwa sang bunda sedang membutuhkan tempat perlindungan. Dan seketika itu pula ia berusaha memberikan perlindungan tersebut. Alhasil, apa yang ia pikirkan adalah benar. Sejak saat itulah Dian merasa sangat dekat dengan sang bunda, hingga pada akhirnya ia merasa bahwa sang bundalah yang paling sabar dan mengerti karakter dari dirinya. Dan saat ini, ia sering merasa kesepian jika tidak sedang dekat dengan sang bunda.

Bagaimana dengan sang ayah ? apakah ia juga dekat dengan sosok seorang ayah ? Ayahnya adalah seorang pekerja keras yang juga memiliki darah seni yang kuat. Dan dari sang ayah mengalir darah seni ke diri Dian. Namun hal tersebut tidak membuat dirinya dekat dengan sang ayah, justru dengan memiliki persamaan dan pengetahuan tentang seni yang sama membuat dirinya sering berbeda pendapat. “Gue termasuk orang yang keras kepala, kalau gue dibilangin dengan cara yang salah gue ga akan pernah nurut,” imbuh pria yang memanfaatkan waktu luangnya untuk berolah raga seperti fitness, football dan bowling ini. Namun, nilai-nilai kedisiplinan dan kerja keras sangat diterapkan oleh sang ayah, dan hal tersebut sangat ia rasakan dewasa ini. Untuk itu Dian merasa sangat bangga memiliki kedua orang tua yang mengajarkan banyak hal. Terlebih ketika ia mulai menapaki karirnya sebagai entertainer. Motivasi dan dukungan kedua orang tuanya yang membuat ia dapat bertahan, walaupun di tengah kesulitan-kesulitannya dalam menapaki awal karier di dunia entertaint.

Sang ayah yang merupakan seorang pemain teater dan musisi, mengajarkan banyak hal tentang seni, namun Dian tidak serta merta menyamai apa yang dijalani sang ayah, entah itu bermain teater atau apapun. Namun Dian memilih Drum sebagai saluran dirinya bermain musik. Menjadi musisi juga diimpikan oleh Dian, namun modeling dan aktinglah yang membuka jalan bagi Dian dalam perjalanan karirnya. Bermula ketika dirinya terpilih menjadi duta Sumatera Utara di tahun 1999. Berawal dari ajang tersebut, Dian kerap mengikuti berbagai event atau perlombaan model, dan sangat jarang sekali ia tidak mendapatkan tempat 1, 2, atau 3.”Alhamdulillah setiap gue ikut event atau perlombaan gue selalu menang, entah itu jura 1, 2 atau 3,” jelas Dian.

Kesuksesannya lagi mulai bertambah ketika ia keluar sebagai juara 1 wajah reflon di medan, hingga ia mewakili kota Medan untuk ajang tersebut di Jakarta. Keberuntungan Dian ternyata berlanjut sampai ke Jakarta, ia terpiih sebagai juara ke-2 dan ia juga terpilih sebagai duta persahabatan. Merasa peruntungannya yang kian menanjak, kemudian ia mengikuti pemilihan wajah Top Guess Aneka. Dalam ajang tersebut, ia mendapat peringkat ke-2. Disaat itulah Dian merasa bahwa disinilah ia akan menaikkan karirnya di dunia entertaintment, dan mencoba untuk mengembangkannya. Maka hijrahlah Dian ke Jakarta pada tahun 2005.

Berbagai kesuksesan yang ia bayangkan di Jakarta, ternyata ia harus kubur untuk menghadapi kenyataan bahwa tidak mudah menjajaki karir di Jakarta.”Persaingan di Jakarta sangat ketat, dan gue sangat merasakan itu,” tambah Dian. Casting demi casting ia jalani dengan penuh semangat, namun hasilnya belum ada yang memuaskan. Justru ia melihat bahwa orang lainlah yang sukses dan bertambah sukses, dan hal tersebut membuat dirinya minder dan merasa pesimis dengan peruntungannya di Jakarta.

Namun ada sebuah keyakinan yang sangat ia tekankan di dirinya saat itu, adalah selama dirinya masih mau berusaha dan mencoba dengan sebaik-baiknya, pasti apa yang ia harapkan dapat dikabulkan.” Yang pasti gue harus memiliki kesabaran yang tinggi untuk menunggu dan berusaha dengan baik,” tukas Dian. Tetapi dengan kesabaran yang penuh tadi, kesuksesan yang ia harapkan belum juga datang. Bahkan ketika itu ia harus rela kehilangan Hand Phone di atas sebuah bis kota, ia dihipnotis hingga semua uang yang ada di dirinya harus ia relakan. Sebuah perjalanan yang menyedihkan.  

Dan pada akhirnya, kesabaran yang ia jalani selama ini membuahkan hasil yang manis bagi perjalanan karirnya. Tawaran iklan pun mulai berdatangan baginya, dan yang paling pertama ia membintangi iklan Piero bersama Nirina dan Hengky Kurniawan. Dan setelah itu ia mulai membintangi berbagai iklan seperti iklan permen Lovy, Ting-Ting Garuda (4 Versi Sekaligus), Okky Jelly Drink, dan yang terbaru adalah Nesvita.

Tidak hanya membuahkan hasil di dunia iklan, Dian juga merasakan buah keberhasilannya di dunia sinetron. Karirnya di dunia sinetron dimulai ketika ia mendapatkan pemeran pembantu dalam sinetron ABG 2. Dan kepiawaiannya dalam berakting mengundang 2 buah rumah produksi sekaligus yang menawarkan dirinya untuk kontrak eksklusif, yaitu Multivision serta MD Entertaintment.” Alhamdulillah saat itu gue diberi kesempatan untuk memilih diantara dua pilihan yang kedua-duanya adalah pilihan yang baik.” Jelas Dian.

Akhirnya pilihan Dian jatuh kepada MD Entertaintment sebagai tempatnya berkreasi dan mengerahkan segala kemampuan beraktingnya. Sebanyak lebih dari 130 episode, Dian berakting dalam sinetron “Dia”, dan juga “Siti Nurbaya”.”Gue juga sangat bersyukur, apa yang gue hasilkan selama itu bisa gue berikan kepada adik dan keluarga gue, dan itu membuat gue bangga,” tukas pengidola Nicole Kidman dan Nicholas Cage ini.

Namun apakah selamanya ia akan menapaki dunia hiburan ? Ia sadar dengan sepenuhnya bahwa karir di dunia hiburan tidak akan bertahan selama sesuai dengan apa yang inginkan, untuk itu ia mengaku tetap menjalankan beberapa usaha yang dapat menunjang kehidupan dirinya nantinya.

Untuk urusan cinta, baginya bukanlah hal yang sangat mendesak kehidupannya. Pertemananlah yang sangat ia junjung tinggi saat ini.”Gue sangat menghargai pertemanan, di awal karir gue juga banyak teman yang membantu gue, mulai dari informasi casting dan banyak hal lainnya,” ungkap Dian yang mengaku paling tua dan yang lebih suka memberi masukan ke teman-temannya.

Tetapi dikatakan jujur olehnya, ia sangat mendambakan pendamping hidupnya nanti memiliki kesabaran seperti kesabaran yang dimiliki oleh sang bunda.”Gue juga mau ribet, kulitnya yang penting bersih, entah dia putih atau sawo matang. Tapi satu yang gue impiin, istri atau pendamping gue nanti, gue pengen dia bisa setabah nyokap gue yang bisa sabar dan tabah dalam kondisi apapun,” tambah Dian yang memiliki kebanggaan atas bulu-bulu yang tumbuh di tubuhnya.

Pada Sebuah proses panjang telah dijalani oleh Dian. Mulai dari gugup ketika menghadapi kamera untuk pertama kalinya, sampai ia telah terbiasa dan senantiasa Percaya Diri akan kemampuan dirinya. Saat ini, Dian tengah menapaki sebuah kebangkitan besar dalam jenjang kariernya di dunia hiburan, ia bangkit dan kembali dengan kemampuan yang lebih besar dan memanfaatkan segala kesempatan yang datang pada dirinya. Bahkan dirinya tengah merencanakan untuk menembus dunia layar lebar dan juga sedang mencoba peruntungan dalam dunia musik, untuk itu kini ia tengah berlatih vokal. Dan nantinya ia berharap apa yang ia kerjakan dan niatkan sekarang ini dapat bersinergi dengan baik demi kebahagiaan orang-orang yang setia mendukung perjalanan hidupnya. Dan Tahun ini adalah tahun kebangkitan karir dan kerja kerasnya.

 

Publicist  : Zie

Senimata Kreasi Komunika

021 916 161 08

About senimata

SENIMATA KOMUNIKA adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dalam jasa pelayanan marketing, komunikasi dan media. Kami telah berkecimpung dalam aktivitas media relations, tidak hanya dalam masalah jurnalistik, kamipun merambah jalur IT Consultant, Press /Exhibition Organizer, Communication Strategic, Film Publicist, Exhibition dan Sponsorship Consultant. SENIMATA KOMUNIKA didirikan secara resmi 5 Oktober 2007 oleh M. T. Rachman (Oky) dan Yogi R Yogaswara. Oky dan Yogi berlatar belakang Public Relations, Marketing Communications, Media dan Jurnalistik. Sebelumnya, Oky adalah CEO dan pemimpin redaksi sebuah majalah dan situs film serta Yogi adalah Managing Editor dan Creative Director sebuah majalah film & broadcast. Pada perkembangan selanjutnya, SENIMATA KOMUNIKA kian kukuh dengan bergabungnya Arsyadi Agustian dan Mahendra Lazuardi. Arsyadi berpengalaman dibidang Creative Concept, Sponsorship Consultan dan Marketing Strategy. Sedangkan Mahendra berpengalaman di Komunikasi Visual, Animasi, Design, LAN Network, dan Software Development. SENIMATA KOMUNIKA didirikan atas dasar kebutuhan berbagai pihak/lembaga/badan usaha untuk mengkomunikasikan brand produk, jasa serta individu ke masyarakat luas dengan menggunakan beragam media. SENIMATA KOMUNIKA membantu Anda juga dalam strategi komunikasi untuk mencapai segenap tujuan dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Salam Hangat, SENIMATA KOMUNIKA “All About Marketing Communications, Media, & Film”

Posted on March 4, 2008, in ARTIST PUBLICITY MANAGEMENT and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: