Rico Michael Bradley | Filantropi Indonesia

rico.jpg

Lupakan sejenak Steven Spielberg, James Cameron, atau Kevin Costner. Sekarang saatnya kita tahu sosok Rico Bradely

Muda, kaya, wajah indo, berpostur jenjang, fighter spirit, berkepribadian unik dan kharismatik. Tapi siapa sangka laki-laki bernama lengkap Rico Bradely yang sekarang menjabat sebagai Produser ILUMINATI PICTURE ini, mempunyai cita-cita besar ingin menjadi sumber inspirasi bagi anak muda Indonesia?

Berguru pada masa lalu. Demikianlah kata-kata bijak untuk menggambarkan sosok Rico di sela-sela kesibukannya mempersiapkan pemutaran film perdananya berjudul ”ENAM” masih menyempatkan diri untuk menceritakan keterlibatannya di film itu kepada Editor-in-Chief Oky Zayyd. Intelligent behaviour-nya yang tinggi, semangat bicaranya yang menggebu-gebu tapi terkesan ramah dan penuh arti, memancing rasa penasaran untuk mengorek sosok Rico lebih dalam. Alhasil, wawancara yang dijadwalkan hanya 10 menit ahirnya berlangsung hingga 45 menit. Lahir di Jakarta, 1974, masa remaja Rico bisa dibilang penuh lika-liku dan mengalami banyak rintangan. Selama 3 tahun ketergantungan pada narkoba, bukanlah perkara mudah bagi Rico untuk melepaskan diri dari jeratannya. “Guwe berangkat dari pengalaman yang buruk. Bukan dari orang yang dulu hidupnya putih. Ketika guwe sudah sembuh dan bersih dari drugs, guwe mempunyai misi ingin membuat anak-anak muda Indonesia bangkit. Sesungguhnya kegagalan itu bukan diukur dari ketika orang itu gagal dan jatuh. Tapi kegagalan itu jika kita tidak pernah bangun lagi sama sekali,” ungkap Rico, diselingi logat Inggris yang sangat fasih. “I wanna be friend for every body. Guwe ingin bicara dengan orang-orang yang punya passion, tapi mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat. Orang-orang yang sebenarnya punya second chance. Punya potensial. Dan meyakini bahwa Tuhan itu ada.” Tegasnya lagi, “We have to build some thing!

Pembicaraan terhenti sebentar, ketika telfon di meja kantornya berdering. Rico berbicara di telfon dengan salah satu client-nya dengan karakter yang sama. Intelligent behaviour yang tinggi, semangat bicara yang menggebu-gebu tapi terkesan ramah dan penuh arti. Menurut Rico, anak-anak muda sekarang ini butuh seorang mentoring. Dan mentoring itu tidak harus datang dari orang-orang famous. Tapi orang yang punya hati dan mau membimbing. Mentoring itu sesuatu yang harus sukarela dan sanggup mencetak generasi yang benar-benar kuat bukan lagi generasi yang kelaparan. Karena Bangsa Indonesia sekarang ini berada dalam jembatan moral yang sangat curam. Jika kita salah sedikit saja melangkah, maka habislah sudah. Tragedi penjarahan kedua akan bangkit lagi. Semua harga-harga naik. Segala macam cara akan dihalalkan agar bisa mendapatkan uang. Dan yang patut disayangkan, hanya beberapa gelintir orang saja yang mau berjuang pergi pagi pulang malam kerja, dan berpikir bagaimana menyelamatkan yang lain dari kata menganggur.

Seperti prinsip filantropi, mungkin semacam itulah yang Rico maksud. Kita butuh sosok seperti Rahmat Gobel, Arifin Panigoro, Putra Sampoerna, dikDoank, dan sederetan filantropi lainnya. Orang-orang yang kaya harta dan kaya hati. Orang-orang yang mau berbagi. Orang-orang yang toleran terhadap semua agama dan tidak menyeleksi dari mana orang itu datangnya. Semua dapat tempat. Semua harus dicatat.

Ketika disinggung apakah film pertamanya berjudul ”ENAM” ini ada hubungannya dengan kisah hidupnya, Rico hanya tersenyum renyah. Diam sebentar. ”Mungkin sosok Erik di film ini guwe banget. Sikap egois yang mau menang sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain. Sosok guwe ketika belum berubah dan masih tergantung pada drugs,” jawab Rico. Sesekali sorotan matanya menerawang tajam, mengingat-ingat masa lalunya.

Keinginan Rico untuk membangkitkan gerakan-gerakan anak muda Indonesia yang berpotensi, bukanlah hanya isapan jempol belaka. Buktinya beberapa pusat rehabilitasi di kota Jakarta sudah disambanginya. Komunitas-komunitas di pinggir jalan, anak gelandangan, dan kaum termarjinalkan lainnya, rasanya tidak terlepas dari pantauan Rico. Setelah proyek film pertamanya berjudul ”ENAM” selesai, Rico bersama teman-temannya akan mendirikan rumah produksi dan sebuah sanggar yang nantinya bisa menampung semua aspek kreatifitas kesenian. Film, teater, tari, musik, sastra, penerbitan buku, dan segala sesuatu hal lainnya yang berguna untuk kemaslahatan orang banyak. Yang pasti membangun sebuah karya yang bisa diterima skala internasional. Karena kita tidak bisa membikin karya yang bagus tanpa standar yang jelas. Di luar negeri, ada standar sendiri untuk pengakuan sebuah karya. Dan kita tidak bisa menawarkan ke mereka dengan standar kita. Kata Rico, ”guwe ingin Negara Indonesia ini mempunyai prinsip yang kuat. Walaupun cobaan itu ahirnya keras, tapi setidaknya prinsip itu nantinya yang bisa kita pakai untuk sebuah identitas sebuah Negara. Guwe ingin suatu saat berpenampilan kayak James Bound….. he, he, he….”

Selain pernah bekerja di MGM, Product Trailler di STIGMATA, produser iklan, juga sebagai salah satu pendiri CBN, laki-laki yang gemar mendalami filosofi Soekarno dan Hatta ini menghimbau kepada anak muda yang sudah terlanjur terjerumus ke lingkaran drugs agar segera bangkit dan melepaskan diri dari jeratan obat-obatan terlarang itu. Begitu juga dengan orang tua agar tidak terlalu mengisolasikan anaknya. Karena kita sadari (mau tidak mau) setiap orang pasti mempunyai addictive personality dalam dirinnya. Persoalan yang sulit adalah bagaimana kita menjadi jembatan bagi mereka agar bangkit dari keterpurukan dan merubah addictive personality menjadi jalan keluar yang positif. Karena tidak ada orang yang terbaik di dunia ini. Semua orang sama. Bedanya ada orang yang punya akses. Dan orang yang tidak punya akses. Tidak ada orang yang punya hak untuk bilang bahwa mereka adalah yang terbaik. Segala sesuatu hal di dunia ini pasti ada korelasi dari mereka ke kita. Dari kita ke atas. Dari atas ke mereka. Begitulah seterusnya. Tidak ada habis-habisnya. Di mana hukum alam dan kekuasaan Tuhan begitu tertata dengan rapi dan sempurna. Dan tugas kita, hanya sebagai jembatan atau penyalur bagi mereka.

Oleh karena itu, ketika di Indonesia banyak anak muda yang mempunyai potensial tinggi, tapi semua hal yang mereka lakukan terhambat karena dua hal. Pertama, keuangan. Kedua, tidak adanya koneksi orang yang tepat dan kurangnya pengarahan yang benar, maka Rico mempunyai misi dan visi untuk menjembatani dua masalah itu. Rico ingin membawa anak-anak muda Indonesia untuk berkarya dan melahirkan patriot-patriot baru di bidang film, teater, akting, penulisan, tari, dan patriot-patriot seni lainnya berskala Internasional.

Jangan bertanya apa yang bisa diberikan Negara kepada kita. Tapi bertanyalah apa yang sudah kita berikan untuk Negara kita.

Good luck, Rico…!

Publicist : Sujud

Senimata Kreasi Komunika

021 916 161 08

About senimata

SENIMATA KOMUNIKA adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dalam jasa pelayanan marketing, komunikasi dan media. Kami telah berkecimpung dalam aktivitas media relations, tidak hanya dalam masalah jurnalistik, kamipun merambah jalur IT Consultant, Press /Exhibition Organizer, Communication Strategic, Film Publicist, Exhibition dan Sponsorship Consultant. SENIMATA KOMUNIKA didirikan secara resmi 5 Oktober 2007 oleh M. T. Rachman (Oky) dan Yogi R Yogaswara. Oky dan Yogi berlatar belakang Public Relations, Marketing Communications, Media dan Jurnalistik. Sebelumnya, Oky adalah CEO dan pemimpin redaksi sebuah majalah dan situs film serta Yogi adalah Managing Editor dan Creative Director sebuah majalah film & broadcast. Pada perkembangan selanjutnya, SENIMATA KOMUNIKA kian kukuh dengan bergabungnya Arsyadi Agustian dan Mahendra Lazuardi. Arsyadi berpengalaman dibidang Creative Concept, Sponsorship Consultan dan Marketing Strategy. Sedangkan Mahendra berpengalaman di Komunikasi Visual, Animasi, Design, LAN Network, dan Software Development. SENIMATA KOMUNIKA didirikan atas dasar kebutuhan berbagai pihak/lembaga/badan usaha untuk mengkomunikasikan brand produk, jasa serta individu ke masyarakat luas dengan menggunakan beragam media. SENIMATA KOMUNIKA membantu Anda juga dalam strategi komunikasi untuk mencapai segenap tujuan dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Salam Hangat, SENIMATA KOMUNIKA “All About Marketing Communications, Media, & Film”

Posted on March 5, 2008, in ARTIST PUBLICITY MANAGEMENT and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. i agreeeeeeeeeeeeeee, seandainya ada jutaan Rico di sekeliling kita, yang berusaha untuk “bermanfaat bagi orang lain” dengan keyakinan pada Tuhan…. dunia akan lebih menyenangkan… tapi mengapa… demikian banyak persaingan, dan mungkin tadi…. orang merasa dirinya lebih baik dari pada orang lain…. perjuangan ini berat, karena melibatkan hati dan iman. Ya Alloh ampuni salah kami, dan teguhkan iman kami. aamii.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: