Release dan Undangan onloc Film Ikhsan

Kepada Yth,
Seluruh Rekan Pers Media Cetak dan Elektronik
Di Tempat

Hal : PRESS RELEASE & ON LOC INVITATION

Jakarta, 9 April 2008

Maraknya industri perfilman ditandai dengan semakin meningkatnya berbagai jenis film yang diproduksi belakangan ini di Indonesia. Ironisnya, perkembangan tersebut tidak dibarengi dengan bertambahnya kualitas film, baik dari sisi materi cerita maupun sisi teknis lain nya. Memang, saat ini sebagian besar film maker di Indonesia lebih banyak memikirkan sisi komersialnya ketimbang unsur lain yang sama pentingnya dalam sebuah film. Pendidikan dan kesehatan misalnya. Informasi tentang dua hal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

Setelah sukses menyutradarai sekaligus memproduseri film bergenre horor terdahulunya yang bertajuk “Enam”, Rico Michael Bradley, pria blasteran berpostur jenjang dan fighter spirit ini kembali berkarya dengan memotori film layar lebar bertajuk “Ikhsan”. Kali ini Rico tidak mengangkat tema horor mencekam melainkan sebuah tema drama keluarga yang menceritakan tentang seorang anak penderita penyakit dyslexia. Dyslexia adalah Penyebab kesulitan belajar yang relatif masih jarang diketahui sebabnya. Misalnya kurang fokus, gangguan membaca, gangguan matematika, dan gangguan mengekspresikan suatu hal dalam bentuk tulisan. Kelainan ini terjadi pada 5 – 10% di antara anak sekolah di Indonesia. Anak laki-laki mungkin lebih banyak.

Ketika ditanya apa alasan nya (Rico) mengangkat tema dyslexia, ia menuturkan : “penyakit/kelainan Dyslexia pada anak-anak harus disosialisasikan. Salah satu caranya adalah melalui media film. Dengan diangkatnya tema seperti ini, diharapkan para orang tua dapat mengetahui lebih dini kelainan-kelainan pada anak mereka sehingga para orang tua mendapatkan pengetahuan untuk membantu anak-anaknya dalam menyalurkan bakat dengan tepat, anak anak dyslexia sering menunjukkan kemampuan luar biasa dan sangat inovatif, bahkan mereka dapat memecahkan masalah dengan sangat baik, kreatif dan berpikir lateral. Tidak sedikit anak dyslexia menjadi orang sangat sukses dalam bidang seni, fisika, sains, hukum, politik dan pengajar, sebut saja Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alpha Edisson, Pablo Picasso,Walt Disney dan Neil Diamond, mereka semua pada awal masa kecil nya adalah anak anak dyslexia yang perilaku nya sering tidak dimengerti oleh orang dewasa kala itu, tambah Rico.

“Ikhsan” adalah film yang sangat informatif, mendidik juga sarat dengan pesan moral namun tidak mengesampingkan unsur hiburan di dalamnya, karena “Ikhsan” adalah film yang sangat ringan dan menarik untuk ditonton oleh seluruh kalangan terutama keluarga Indonesia, sehingga saya yakin “Ikhsan” akan dapat diterima masyarakat secara luas”, tambah Rico.

Dengan menggandeng aktor dan artis papan atas seperti Wulan Guritno, Fachri “Si Entong” Muhammad, Ibnu Djamil, Rendi Bragi, Winnie Yanthi, Jesse Lantang, M. Farouq, Dik Doank, David Saragih dan lain-lain diharapkan “Ikhsan” menjadi film yang berkualitas, baik dari sisi materi cerita dan kualitas akting para pemainnya. saat ini “Ikhsan” telah masuk tahap produksi dan sedang dalam masa shooting yang berlangsung di Jakarta dan sekitarnya.

Kesuksesan “Ikhsan” tentunya tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan pers dan media yang selalu setia mendampingi proses produksi dan publikasi. Maka, dalam kesempatan ini kami mengajak/mengundang rekan-rekan pers dari berbagai media untuk meliput kegiatan shooting hari terakhir bersama seluruh pemain dan pendukung “Ikhsan” yang akan diselenggarakan pada:


Hari :     Minggu

Tanggal :    13 April 2008

Tempat :     PANTI SOSIAL ANAK JALANAN CIPAYUNG

Jl. Raya Ceger, Bambu Apus, Gg. Mandor Hasan, Cipayung

Waktu   :    10:00 s/d 14:00 WIB


Terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Untuk konfirmasi kehadiran dan keterangan lebih lengkap silahkan menghubungi publicist kami dibawah ini:


Senimata Kreasi Komunika

HP : 021 9299 5700

Email : promosi@senimata.com

Hormat Kami,
Oky Zayyd

SYNOPSIS

“Kasih Membuka Mata, dan Pendidikan adalah Jembatan antar Jiwa”

Ikhsan adalah seorang anak yang suka melamun, bertualang dan bolos dari sekolahnya, dia sudah tinggal di kelas 3 selama 2 tahun. Teman sekelasnya dan guru gurunya menganggap Ikhsan adalah anak yang bodoh dan malas. dia sering dihukum dengan keras oleh gurunya karena tidak bisa menulis dan membaca dengan baik, nilai matematikanya juga nol besar. Dirumah, Ikhsan tidak bisa disiplin dan sering membuat orang tuanya mulai kewalahan, suatu ketika Ikhsan terlibat perkelahian yang berbuntut diketahuinya Ikhsan menyembunyikan rapor terakhirnya. Ikhsan pun dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap terbelakang.

Ayah ikhsan pun menggunakan koneksinya untuk mencoba memasukan Ikhsan ke sebuah asrama ditengah semester. Ikhsan berhasil masuk namun karena dia tidak bisa mandiri, dia menjadi lebih minder. Asrama itu keras dan disiplin, Ikhsan yang sensitif akhirnya mengalami depresi yang cukup parah dan membisu. Emosinya naik turun dan tidak stabil, Ikhsan pun mulai jadi pemarah, berang dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa lahir menjadi bodoh.

Suatu hari asrama itu menerima seorang guru seni baru, Harun, yang suka menari dan menyanyi. Harun menaruh simpati pada Ikhsan. Harun ternyata juga dulu mempunyai masalah yang sama dengan Ikhsan yaitu “DYSLEXIA” sebuah kondisi yang membuat orang untuk mempunyai peresapan pengetahuan berbeda. Kondisi yang dimiliki oleh : Albert Einstein, Leonardo Davinci, dan banyak lagi tokoh – tokoh yang merubah dunia.

Harun pun berusaha untuk membantu Ikhsan memperlihatkan kemampuan luar biasa yang ada pada diri ikhsan pada rekan – rekan gurunya dan juga orang tua ikhsan. Pada sebuah lomba Ikhsan pun menemukan lagi percaya diri dan memenangkan hati guru-gurunya. Karena setiap anak itu spesial. Setiap anak lahir dengan benih potensi yang mampu mengubah dunia.

“IKHSAN”

80 Minutes

Familly Drama

Script : Big Movie / Seanema Paradigma

Producer : Rico Michael and Seanema Paradigma

Ass. Producer : Cacuk Wibisono & Rugun Sibarani

Director : Rico Michael (Enam)

Production Manager : Andrea Bond (Berbagi Suami)

DOP : Dea

Art Director : Rusli Andah (Enam)

Asst. Director : Ricky Olsen

Cast :

1 Wulan Guritno (Gie, Otomatis Romantis, Nagabonar jadi Dua)

2 Fachri “Si Entong” Muhammad

3 Ibnu Djamil (Tali Pocong Perawan )

4 Rendi Bragi

5 Winnie Yanthi (Enam)

6 Jesse Lantang

7 M. Faruq

8 Dik Doank

9 David Saragih (Enam)

About senimata

SENIMATA KOMUNIKA adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dalam jasa pelayanan marketing, komunikasi dan media. Kami telah berkecimpung dalam aktivitas media relations, tidak hanya dalam masalah jurnalistik, kamipun merambah jalur IT Consultant, Press /Exhibition Organizer, Communication Strategic, Film Publicist, Exhibition dan Sponsorship Consultant. SENIMATA KOMUNIKA didirikan secara resmi 5 Oktober 2007 oleh M. T. Rachman (Oky) dan Yogi R Yogaswara. Oky dan Yogi berlatar belakang Public Relations, Marketing Communications, Media dan Jurnalistik. Sebelumnya, Oky adalah CEO dan pemimpin redaksi sebuah majalah dan situs film serta Yogi adalah Managing Editor dan Creative Director sebuah majalah film & broadcast. Pada perkembangan selanjutnya, SENIMATA KOMUNIKA kian kukuh dengan bergabungnya Arsyadi Agustian dan Mahendra Lazuardi. Arsyadi berpengalaman dibidang Creative Concept, Sponsorship Consultan dan Marketing Strategy. Sedangkan Mahendra berpengalaman di Komunikasi Visual, Animasi, Design, LAN Network, dan Software Development. SENIMATA KOMUNIKA didirikan atas dasar kebutuhan berbagai pihak/lembaga/badan usaha untuk mengkomunikasikan brand produk, jasa serta individu ke masyarakat luas dengan menggunakan beragam media. SENIMATA KOMUNIKA membantu Anda juga dalam strategi komunikasi untuk mencapai segenap tujuan dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Salam Hangat, SENIMATA KOMUNIKA “All About Marketing Communications, Media, & Film”

Posted on April 9, 2008, in Press Release and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: