Sambutan Antusias Penonton Film Mongol

Film Mongol mendapat sambutan antusias. ratusan penonton yang terdiri dari praktisi hiburan seperti Mike Muliadro, Ibnu Jamil dan Aditya Gumay serta seluruh wartawan hiburan dari media cetak, online, dan eletronik juga ikut menghadiri acara yang digelar Platinum Pictures pada Kamis, (18/9) di audi 6 Blitmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta.

Kisah hidup Gengis Khan, seorang  tokoh besar dan penguasa dalam sejarah dunia, ini yang agaknya menjadi daya tarik utama para penonton untuk menyaksikan film yang berdurasi hampir 120 menit ini. Seperti diakui oleh Mike Muliadro salah seorang aktor yang turut menghadiri nonton bareng film Mongol. Mike sudah membintangi beberapa film layar lebar seperti Virgin (2004), Detik Terakhir (2005), Naga Bonar jadi 2 (2007) dan film pendek bergenre Slasher Thriller yang berhasil mewakili Indonesia di berbagai ajang international dan memulai debutnya di Screamfest Horror Film Festival di Los Angeles pada Oktober 2007 lalu yaitu Dara (2007).

“Film yang sangat luar biasa,” ujar Mike saat diminta komentarnya tentang film produksi gabungan tiga Negara tersebut. Menurut Mike, film Mongol menarik bukan saja lantaran jalan ceritanya yang runut dan enak diikuti, tapi juga film ini mampu memvisualisasikan peperangan massal secara sangat real. “Kondisi peradaban abad  12 yang barbar dan kejam yang menjadi setting film garapan Sergey Bodrov ini juga mampu digambarkan secara meyakinkan,” kata aktor yang pernah menjadi nominator aktor terbaik ajang FFI 2005.

Film Mongol memang banyak menampilkan adegan kekerasan di medan peperangan yang mencekam, muncaratan darah dari tubuh tertebas pedang. “Inilah kondisi real di medan perang kala itu. Film yang bagus adalah seperti ini, mampu menghadirkan secara jujur sejarah kekejaman perang di zaman itu.” tambah Mike.

Banyaknya adegan kekerasan yang ditampilkan secara real di film Mongol bukan berarti film ini mempromosikan kekerasan justru menggambarkan keartististikan gambar yang divisualisasikan lewat puncratan darah dari leher yang tertebas pedang. Karena toh film ini memang diperuntukan bagi penonton dewasa yang  tentu saja bisa membedakan mana yang harus ditiru atau tidak.

“Yang bisa dipetik dari film ini adalah sisi lain dan jiwa patriotisme Gengis Khan dalam memimpin bangsanya. Bangsa Mongol menjadi bangsa yang besar dan segani bangsa-bangsa lain,” kata Ibnu Jamil, di tengah para praktisi media.

Baik Ibnu Jamil maupun Mike Muliadro sependapat, bahwa selain unsur sejarah dan kekerasan yang sangat kental mewarnai film ini adalah juga unsur dramanya.  Bahwa di balik keberanian dan ketangkasannya mengatur strategi  di medan perang, Gengis Khan juga ternyata seorang lelaki yang memiliki kelembutan jiwa seorang suami dan ayah bagi istri dan anak-anaknya. Nah, Anda yang belum menonton film Mongol jangan takut karena Mongol baru akan tayang serentak di seluruh jaringan Blitzmegaplex pada 1 Oktober mendatang. Jangan sampai terlewat untuk menonton nya….(db-oz-IX2008)

Terima kasih kepada pada media partner film MONGOL;
Abigail Frisca (PP)
Silvy (Kompas)
Herita (Sindo)
Kiki (Republika)
Yan Wijaya (Majalah Film)
Hendro (Suara Pembaruan)
Eddy (Galamedia)
Ricky (Koran Jakarta)
Tresna (Suara Merdeka)
Mila (Sinar Harapan)
Cipto dan Mimma (Muphy)
Nuroon (Cinemagz)
Wahyu (First)
Detik (Han)
KapanLagi (Widy)
Kroscek (Dufi)
Jak-TV (Reza)
Metro TV (Alvin Adam & Tim)

Dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan promosi film MONGOL dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya.

About senimata

SENIMATA KOMUNIKA adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dalam jasa pelayanan marketing, komunikasi dan media. Kami telah berkecimpung dalam aktivitas media relations, tidak hanya dalam masalah jurnalistik, kamipun merambah jalur IT Consultant, Press /Exhibition Organizer, Communication Strategic, Film Publicist, Exhibition dan Sponsorship Consultant. SENIMATA KOMUNIKA didirikan secara resmi 5 Oktober 2007 oleh M. T. Rachman (Oky) dan Yogi R Yogaswara. Oky dan Yogi berlatar belakang Public Relations, Marketing Communications, Media dan Jurnalistik. Sebelumnya, Oky adalah CEO dan pemimpin redaksi sebuah majalah dan situs film serta Yogi adalah Managing Editor dan Creative Director sebuah majalah film & broadcast. Pada perkembangan selanjutnya, SENIMATA KOMUNIKA kian kukuh dengan bergabungnya Arsyadi Agustian dan Mahendra Lazuardi. Arsyadi berpengalaman dibidang Creative Concept, Sponsorship Consultan dan Marketing Strategy. Sedangkan Mahendra berpengalaman di Komunikasi Visual, Animasi, Design, LAN Network, dan Software Development. SENIMATA KOMUNIKA didirikan atas dasar kebutuhan berbagai pihak/lembaga/badan usaha untuk mengkomunikasikan brand produk, jasa serta individu ke masyarakat luas dengan menggunakan beragam media. SENIMATA KOMUNIKA membantu Anda juga dalam strategi komunikasi untuk mencapai segenap tujuan dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Salam Hangat, SENIMATA KOMUNIKA “All About Marketing Communications, Media, & Film”

Posted on September 23, 2008, in Press Release and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: